HumaNusantara.com
Fakta Terpercaya dari Nusantara

Perusahaan di Kotim Banyak Menunggak Pajak Air Permukaan dan Alat Berat

0

PALANGKA RAYA,humanusantara – Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah menyimpan potensi besar dari sektor Pajak Air Permukaan dan Pajak Alat Berat.

Namun, realisasi penerimaan pajak dari kedua sektor itu belum memenuhi harapan, karena masih banyak perusahaan yang menunda atau belum melunasi kewajibannya.

Anggota DPRD Kalimantan Tengah dari daerah pemilihan II, meliputi Kabupaten Kotawaringin Timur dan Seruyan Sutik menegaskan, meskipun pemerintah daerah melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) telah berupaya memberikan sosialisasi dan pendampingan terkait mekanisme pembayaran pajak, masih ditemukan tunggakan yang cukup signifikan.

“Sampai sekarang masih banyak yang belum membayar juga, ada juga yang menunda. Nilai pajaknya memang cukup besar, karena alat berat di Sampit jumlahnya banyak, begitu juga penggunaan air permukaan,” kata Sutik beberapa waktu lalu.

Dikatakan, perusahaan-perusahaan itu sebenarnya sudah diberikan penjelasan lengkap mengenai tata cara perhitungan dan pembayaran pajak. Bahkan, dalam setiap sosialisasi, pelaku usaha menyatakan kesiapannya untuk memenuhi kewajiban tersebut.

Namun, praktik di lapangan menunjukkan hasil yang berbeda, di mana banyak perusahaan belum menyelesaikan kewajiban pajaknya.

Padahal, potensi pendapatan dari sektor ini sangat strategis, mengingat Kotim merupakan daerah dengan aktivitas industri dan perkebunan yang padat.

“Sebetulnya potensi ini besar sekali untuk mendukung PAD kita. Tinggal bagaimana keseriusan perusahaan memenuhi kewajiban, dan pemerintah daerah menegakkannya secara konsisten,” tegasnya.

Ia berharap pemerintah daerah tidak hanya berhenti pada tahap sosialisasi, tetapi juga segera mengambil langkah tegas untuk memastikan kewajiban pajak dipenuhi.

“Dengan penegakan yang lebih serius, potensi penerimaan pajak dari sektor alat berat dan air permukaan dapat dioptimalkan demi mendukung pembangunan di Kalimantan Tengah,” ujarnya. (hns1/red)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.