Meningkatkan Ekonomi Keluarga, Ibu-ibu Kelurahan Menteng Usulkan Pelatihan Kerajinan Tangan

PALANGKA RAYA,humanusantara.com – Dalam rangka meningkatkan ekonomi keluarga serta memberdayakan masyarakat, Ibu-ibu Kelurahan Menteng, Kecamatan Jekan Raya, Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng) mengusulkan pelatihan kerajinan tangan.

Usulan itu disampaikan kepada Anggota DPRD Kalteng Faridawaty Darland Atjeh, saat pertemuan reses, Rabu (26/8/2026). Menurut Faridawaty, dalam reses yang dilangsungkan secara perseorangan di Kelurahan Menteng, ia banyak menerima aspirasi serta usulan dari masyarakat.

Usulan itu datang dari Ibu Ketua RT.06/ RW.08, yang mengharapkan adanya dukungan pelatihan kerajinan untuk ibu-ibu di kelurahan tersebut, sehingga waktu luang yang ada bisa dimanfaatkan masyarakat secara produktif.

“Mereka mengusulkan adanya kegiatan atau pelatihan keterampilan seperti mengayam, membuat bakul adat, bikin gelang, dan menjahit,” kata Faridawaty.

Anggota Komisi III DPRD Kalteng, membidangi kesejahteraan rakyat, pendidikan, kesehatan, dan sosial itu juga mengatakan, pelatihan itu sangat penting dalam rangka meningkatkan keterampilan masyarakat serta mendukung perkembangan Usaha, Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

“Kita mengharapkan agar apa yang menjadi usulan masyarakat ini bisa menjadi perhatian serius dari pemerintah, dalam rangka mendorong pengengembangan UMKM,” harap wakil rakyat dari daerah pemilihan (Dapil) I, meliputi Kota Palangka Raya, Kabupaten Katingan, dan Gunung Mas itu.

Dalam pertemuan reses itu, masyarakat setempat juga mengharapkan, kalau ada bantuan seperti bantuan sosial (Bansos) berupa sembako murah supaya warga menteng XII khususnya RT.06/RW.08 bisa jadi penerima manfaat.

Sementara warga lainnya, Nanang, Aparatur Sipil Negara (ASN) di RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya, dalam pertemuan itu juga mengungkapkan, terkait dengan pelayanan di RSUD Doris, khususnya penerima bantuan iuran (PBI) yang ditanggung pemerintah, sudah ada kasus warga yang sakit, masuk rumah sakit diminta surat keterangan tidak mampu dari RT, namun terkadang RT tidak memberikan surat keterangan karena tidak terdata sebagai warga atau data warga miskin.

Rendy, warga Jalan Menteng mengungkapkan, terkati BPJS atau SKTM, Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya sudah menyediakan aplikasi siDoi di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapi).

Ia menjelaskan, konter pengurusan/pendaftaran KTP di aplikasi sudah efektif. Namun hal itu berbanding terbalik konter antrian, bisa lebih dari satu minggu, apakah karena banyak pendaftar atau karena sistemnya. Oleh sebab itu, ia menyarankan masyarakat bisa mengurus administrasi kependudukan melalui aplikasi siDoi. (hns1/red)

 

Anggota Komisi III DPRD Kalimantan TengahDPRD Kalimantan TengahFaridawaty Darland AtjehKelurahan MentengKetua Fraksi Partai NasDem DPRD Kalimantan TengahPelatihan Kerajinan TanganReses Perseorangan
Comments (0)
Add Comment