PALANGKA RAYA,humanusantara.com – Warga Kelurahan Menteng, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng) mengusulkan perbaikan dan peningkatan Jalan Menteng XII.
Usulan itu disampaikan warga, saat pertemuan reses perseorangan dengan Anggota DPRD Kalteng Faridawaty Darland Atjeh, Rabu (26/8/2026). Menurutnya, dalam pertemuan reses tersebut, warga setempat melalui Ketua RT.06/RW.08 Dedy Indarto mengusulkan agar ada perbaikan infrastruktur jalan di wilayah Menteng XII. Pasalnya selama ini, belum mendapat sentuhan pembangunan dari pemerintah.
“Mereka mengusulkan agar ada perbaikan dan pengerasan atau pengaspalan dari Blok H sampai Kampung Rahayu, karena jalan tersebut sudah hampir empat tahun ini belum tersentuh pembangunan,” kata Faridawaty, dalam keterangannya, Rabu (26/8/2026).
Masyarakat juga mengusulkan adanya pemasangan penerangan jalan umum (PJU) Jalan Utama Menteng XII sampai dengan Poskamling. Karena kalau dipasang dengan biaya swadaya dari masyarakat cukup tinggi.
“Selama ini masyarakat sudah berupaya memasang dengan swadaya, namun biayanya cukup tinggi, di mana untuk memasang satu titik PJU, dengan tiang dan lampu mencapai Rp3-3,5 juta,” ungkap Anggota Komisi III DPRD Kalteng, membidangi kesejahteraan rakyat, pendidikan, kesehatan, dan sosial itu.
Saat yang sama, warga Blok H Menteng Gazali Rahman, dalam pertemuan itu kata Faridawaty juga mengusulkan agar kedepan kepengursan izin mendirikan bangunan (IMB) bisa melibatkan RT setempat.
Hal itu mereka usulkan agar kedepan perusahaan pengembang perumahan di wilayah itu, bisa berkomitmen memiliki kepedulian terhadap lingkungan dengan membangunkan drainase yang layak untuk mencegah banjir.
“Mereka mengusulkan kepada pemerintah agar ke depan ada kebijakan dalam kepengurusan IMB melibatkan RT,” ungkap Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Kalteng itu.
Dalam pertemuan tersebut, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Kalteng itu juga menyampaikan bantuan pribadi sebesar Rp5 juta rupiah untuk kas RT, dalam rangka mendukung aktivitas RT seperti pembelian tanah uruk, kebersihan lingkungan serta mendukung kegiatan ibu-ibu di lingkungan tersebut.
Dalam pertemuan reses itu juga warga setempat mengeluhkan mengeluhkan sikap perusahaan pengembang perumahan atau developer, yang kurang peduli terhadap kondisi lingkungan, karena banyak yang tidak membangun drainase yang layak untuk masyarakat. Akibatnya, sejumlah komplek perumahan di daerah itu, sering terancam kebanjiran di saat musim penghujan tiba. (hns1/red)