PALANGKA RAYA,humanusantara.com – Kader Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Kelurahan Panarung, Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng) mengharapkan adanya peningkatan sarana dan prasarana (Sarpas) guna mengoptimalkan pelayanan bagi masyarakat.
Aspirasi itu disampaikan kader Posyandu di wilayah itu, saat pertemuan reses perseorangan Anggota DPRD Kalteng Faridawaty Darland Atjeh di Jalan Veteran, RT.07/RW.10, Selasa malam (25/8/2026).
Dalam pertemuan itu kata Faridawaty, Ibu RT setempat yang juga sekaligus kader Posyandu mengharapkan adanya peningkatan sapras Posyandu, guna mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat.
“Dalam pertemuan diungkapkan, posyandu memiliki kader yang cukup banyak, terkendala di tempat, perlu pelebaran teras dengan kanopi kurang lebih 6 meter sebagai tempat mengantre,” kata Faridawaty dalam keterangannya, Selasa malam (25/8/2026).
Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Kalteng itu juga mengungkapkan, dalam pertemuan mereka juga mengharapkan adanya penambahan kipas angin dan kursi tunggu.
“Selama ini mereka masih kekurangan sarpras, kami mengharapkan apa yang menjadi aspirasi masyarakat ini bisa didengarkan dan ditindaklanjuti pemerintah,” harap Faridawaty, yang juga Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Kalteng itu.
Lebih lanjut ia mengatakan, untuk kegiatan usaha ibu-ibu di wilayah itu, mereka juga mengharapkan adanya dukungan pemerintah, khususnya untuk bercocok tanam dan menjual hasil pertanian mereka. Hal itu mereka usulkan, dalam rangka mendukung dan memperkuat perekonomian keluarga.
“Mereka juga minta dukungan kepada pemerintah untuk bercocok tanam dan menjual hasil pertanian mereka, karena selama ini terkendala mahalnya media tanam seperti tanah subur, plastik, dan pembelian bibit tanaman,” ungkap wakil rakyat dari daerah pemilihan (Dapil) I, meliputi Kota Palangka Raya, Kabupaten Gunung Mas, dan Kota Palangka Raya itu.
Aspirasi juga disampaikan Joko Pramono, warga Jalan Veteran VII A, yang mengungkapkan, bahwa sarana sosial di wilaha itu tidak aktif.
“Di wilayah ini ada lapangan atau tanah sosial yang sekaligus lapangan olahraga, namun sudah lama tidak ada penimbunan, mereka mengharapkan dukungan pemerintah, agar lapangan yang ada bisa dilakukan penimbunan dengan perkiraan biaya mencapai Rp100-R150 juta,” ungkap Anggota DPRD Kalteng tiga periode itu.
Dalam pertemuan yang dihadiri warga, serta tokoh masyarakat itu, Faridawaty juga menyampaikan bantuan dana untuk RT.07/RW.10 sebesar Rp5 juta rupiah serta bantuan uang tunai dan rompi untuk kegiatan senam dan jalan sehat warga RT 07/RW.10. (hns1/red)