Masyarakat Diminta Mewaspadai Penyakit saat Musim Kemarau

PALANGKA RAYA,humanusantara.com – Anggota DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) Faridawaty Darland Atjeh mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan, khususnya di tengah musim kemarau. Pasalnya, saat musim kemarau berpotensi meningkatkan risiko munculnya berbagai penyakit.

Hal itu disampaikan Faridawaty kepada wartawan, Selasa (28/7/2026). Menurutnya, upaya pencegahan harus menjadi perhatian bersama agar masyarakat tetap sehat dan mampu menjalankan aktivitas sehari-hari secara optimal.

“Musim kemarau tidak hanya identik dengan cuaca panas dan berkurangnya curah hujan, tetapi juga membawa dampak terhadap kualitas udara, ketersediaan air bersih, hingga meningkatnya risiko penyakit seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dehidrasi, diare, penyakit kulit, serta gangguan kesehatan lainnya, apabila masyarakat tidak menjaga kondisi tubuh dengan baik,” kata Faridawaty.

Anggota Komisi III DPRD Kalteng, bidang kesejahteraan rakyat itu mengatakan, kesehatan merupakan investasi yang sangat berharga. Di tengah musim kemarau seperti sekarang, masyarakat perlu lebih peduli terhadap kondisi tubuh dan lingkungan sekitar.

“Jagalah pola hidup bersih dan sehat, cukupi kebutuhan cairan, konsumsi makanan bergizi, gunakan masker ketika kualitas udara menurun, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala penyakit. Pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan,” ujarnya.

Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Kalteng itu juga mengatakan, kesadaran masyarakat dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat menjadi salah satu kunci utama untuk menekan risiko penyebaran penyakit selama musim kemarau.

Langkah sederhana seperti mencuci tangan menggunakan sabun, menjaga kebersihan lingkungan, serta memastikan air yang dikonsumsi dalam kondisi layak minum memiliki manfaat besar dalam menjaga kesehatan keluarga.

“Kami mengingatkan masyarakat, agar tidak menganggap remeh perubahan kondisi cuaca yang terjadi selama musim kemarau,” imbaunya.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Kalteng itu juga mengatakan, paparan sinar matahari yang berlebihan dapat memicu dehidrasi maupun kelelahan akibat panas, sehingga masyarakat dianjurkan membatasi aktivitas di luar ruangan pada waktu tertentu, menggunakan pelindung diri seperti topi atau payung, serta tetap memenuhi kebutuhan cairan tubuh setiap hari.

Lebih lanjut dikatakan, kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, dan masyarakat yang memiliki penyakit penyerta, memerlukan perhatian lebih karena lebih mudah mengalami gangguan kesehatan ketika kondisi cuaca berubah.

“Anggota keluarga diharapkan saling mengingatkan dan memberikan pendampingan, agar yang rentan tetap memperoleh perlindungan yang memadai. Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan sebagai bentuk antisipasi terhadap berbagai penyakit,” harapnya.

Wakil rakyat dari daerah pemilihan (Dapil) I, meliputi Kabupaten Gunung Mas, Katingan, dan Kota Palangka Raya itu juga mengatakan, lingkungan yang bersih, bebas dari sampah, serta memiliki sanitasi yang baik akan membantu mengurangi risiko berkembangnya sumber penyakit yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat juga memiliki peran penting dalam memperkuat upaya edukasi mengenai pentingnya pencegahan penyakit selama musim kemarau.

“Edukasi yang berkelanjutan akan meningkatkan kesadaran masyarakat sehingga langkah antisipatif dapat dilakukan sejak dini. Masyarakat tidak hanya fokus pada pengobatan ketika sakit, tetapi juga membangun budaya hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya. (hns1/red)

Anggota Komisi III DPRD Kalimantan TengahDPRD Kalimantan TengahFaridawaty Darland AtjehPenyakit Musim KemarauPola Hidup Sehat
Comments (0)
Add Comment