PALANGKA RAYA,humanusantara.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimatan Tengah (Kalteng) mengucurkan anggaran sebesar Rp10 miliar untuk memperbaiki ruas Jalan HM Arsyad, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur. Pasalnya, kerusakan jalan di kawasan tersebut sudah sangat mengkhawatirkan.
Diketahui, kerusakan ruas Jalan HM Arsyad, yang menghubungkan Kota Sampit dengan Samuda, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan sudah cukup parah, dan tahun ini dipastikan segera ditangani.
Anggota DPRD Kalteng Abdul Hafid mengatakan, kepastian penganggaran untuk penanganan ruas jalan tersebut untuk menjawab tuntutan dan keluhan masyarakat terkait dengan kerusakan yang membahayakan pengguna jalan itu.
Ia menjelaskan, hasil rapat kerja Komisi IV bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalteng beberapa waktu lalu, perbaikan ruas jalan tersebut telah memasuki tahap lelang.
“Sudah teranggarkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun sebesar Rp10 miliar. Paket pekerjaannya juga sudah dilelang, kita tunggu saja,” kata Hafid kepada wartawan, Selasa (21/7/2026).
Dikatakan, saat ini proses masih berada pada masa sanggah, apabila seluruh tahapan berjalan sesuai jadwal, pekerjaan fisik ditargetkan mulai dilaksanakan pada pertengahan Juli hingga awal Agustus 2026.
“Dari keterangan Dinas PUPR dalam rapat tersebut, kegiatan itu sudah dilelang, namun masih ada yang menyanggah. Dinas PUPR memastikan pertengahan Juli atau awal Agustus sudah mulai dikerjakan,” terangnya.
Dikatakan, kondisi Jalan HM Arsyad memang mengkhawatirkan. Ruas jalan tersebut yang merupakan jalur utama penghubung Kotawaringin Timur dan Seruyan, saat ini mengalami kerusakan di sejumlah titik, mulai dari lubang, aspal yang terkelupas, hingga permukaan jalan bergelombang.
Dengan kondisi itu, kecelakaan lalu lintas di ruas Sampit-Samuda bukan lagi peristiwa yang jarang terjadi. Sejumlah insiden bahkan dilaporkan menyebabkan korban luka hingga meninggal dunia.
“Saat musim hujan, kerusakan tersebut semakin membahayakan karena lubang-lubang di badan jalan tertutup genangan air sehingga sulit dikenali pengendara. Tingginya intensitas kendaraan bertonase besar yang melintas setiap hari diduga turut menjadi salah satu penyebab kerusakan jalan semakin cepat,” ungkapnya.
Ia juga mengarakan, ruas Jalan HM Arsyad merupakan jalur strategis yang menopang mobilitas masyarakat sekaligus distribusi barang dan aktivitas ekonomi antarwilayah.
“Kalau malam hari sangat berbahaya. Banyak lubang cukup dalam dan sering membuat pengendara motor hampir jatuh. Apalagi kalau kendaraan besar lewat, kami harus menghindar sambil mencari jalan yang tidak berlubang,” ungkap politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu.
Menanggapi rencana peningkatan jalan tersebut, ia mengajak masyarakat ikut mengawal pelaksanaan proyek, agar kualitas pekerjaan sesuai dengan ketentuan.
“Masyarakat harus ikut mengawasi proses perbaikan jalan ini. Jika nanti ditemukan kekurangan atau pekerjaan yang tidak sesuai, sampaikan kepada kami agar bisa segera ditindaklanjuti bersama,” harapnya. (hns1/red)