PALANGKA RAYA,humanusantara.com – Rencana pembangunan jalur kereta api di kawasan Pulau Kalimantan mendapat sambutan positif dari jajaran Pimpinan DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng). Pasalnya, rencana tersebut bakal mempercepat pertumbuhan dan mendongkrak ekonomi daerah.
“Jika dimasukkan ke dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN), megaproyek ini punya peran krusial untuk mengintegrasikan antarwilayah sekaligus mendongkrak roda perekonomian daerah,” kata Wakil Ketua II DPRD Kalteng Muhammad Ansyari, Senin (25/5/2026).
Dikatakan, wacana pembangunan rute kereta api tersebut sejatinya sudah bergulir sejak lama. Walau begitu, ia menyebutkan, untuk merealisasikan proyek berskala raksasa semacam itu, mutlak dibutuhkan rancangan yang terukur, dukungan dana yang mumpuni, serta keseriusan jangka panjang dari pihak pemerintah pusat.
“Kami menyambut baik apabila rencana pembangunan jalur kereta api di Kalimantan kembali menjadi perhatian pemerintah. Jika nantinya masuk dalam PSN, tentu peluang percepatan realisasinya akan semakin besar karena menjadi salah satu prioritas pembangunan nasional,” ujarnya.
Waki rakyat dari daerah pemilihan (Dapil) IV, meliputi Kabupaten Murung Raya, Barito Utara, Barito Timur, dan Barito Selatan itu menyampaikan, dinamika isu pembangunan moda transportasi rel di Kalimantan sangat dipengaruhi oleh pergeseran orientasi kebijakan pembangunan di tingkat nasional.
Setiap adanya peralihan tampuk pemerintahan, lazimnya akan diikuti oleh perubahan konsentrasi serta target utama pada sektor infrastruktur.
“Hidupnya kembali wacana ini layak untuk diapresiasi. Karena, jalur perkeretaapian bisa menjadi jalan keluar yang berkesinambungan guna menopang dan memperkokoh sistem transportasi di daratan Kalimantan. Apabila jaringan kereta api mampu menghubungkan sejumlah provinsi di Kalimantan, manfaatnya tidak hanya dirasakan sektor transportasi, tetapi juga akan berdampak luas terhadap aktivitas ekonomi masyarakat,” jelasnya.
Ia menekankan, Kalteng merupakan salah satu wilayah yang bakal meraup keuntungan signifikan jika transportasi berbasis rel ini diwujudkan.
Karena dengan adanya kereta api dipercaya sanggup melancarkan mobilitas barang, serta mengikis beban logistik yang hingga kini kerap menjadi problematika utama di regional Kalimantan.
“Kereta api dapat menjadi alternatif distribusi yang lebih efisien. Biaya pengangkutan barang berpotensi menurun, waktu tempuh menjadi lebih singkat, dan pasokan kebutuhan masyarakat bisa lebih lancar,” tukasnya.
Politisi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) itu menyampaikan, sampai saat ini, perputaran barang di sejumlah kawasan Kalimantan masih bertumpu pada akses darat serta angkutan perairan sungai.
Situasi tersebut berimbas pada membengkaknya ongkos operasional serta lamanya durasi pengiriman, khususnya terkait pasokan bahan pokok maupun komoditas niaga.
“Kami menaruh harapan besar agar pemerintah pusat menaruh atensi khusus demi mewujudkan perluasan rute perkeretaapian di Pulau Kalimanta,” pungkasnya. (hns1/red)