JAKARTA,humanusantara – Tekanan darah tinggi atau hipertensi sering disebut sebagai ‘silent killer’. Sebab, kondisi ini kerap tidak menimbulkan tanda jelas hingga masalahnya semakin parah.
Banyak orang merasa baik-baik saja, meski tekanan darahnya tinggi. Maka dari itu, penting untuk mengenali sinyal peringatan yang sering tampak ringan.
Ketua kardiologi di Rumah Sakit Marengo Asia Gurugram, Dr Sanjeev Chaudhary menjelaskan, sebagian besar orang dengan tekanan darah tinggi tidak mengalami gejala sama sekali.
“Namun, tanda-tanda tertentu yang tidak jelas atau mudah diabaikan terkadang dapat muncul. Sakit kepala pagi hari yang sering terjadi, terutama di bagian belakang kepala, terkadang dapat dikaitkan dengan tekanan darah yang tidak terkontrol,” jelas Dr Chaudhary, dikutip dari Times of India.
“Kelelahan yang tidak dapat dijelaskan, sesak napas ringan saat beraktivitas, atau perasaan berat di dada tidak boleh diabaikan,” tambahnya.
Selain itu, episode pusing, penglihatan kabur, atau melihat kilatan cahaya dapat mengindikasikan bahwa pembuluh darah sedang tegang. Tanda lainnya, seperti mimisan, yang memang jarang terjadi juga dapat dikaitkan dengan tekanan darah yang sangat tinggi.
Jika tidak segera diatasi, hipertensi bisa berdampak pada kesehatan jantung. Tanda yang biasanya dirasakan seperti pembengkakan kaki, jantung berdebar tiba-tiba, atau penurunan kemampuan dalam melakukan aktivitas fisik.
“Karena hipertensi seringkali tidak menunjukkan gejala, pemantauan tekanan darah secara teratur sangat penting, terutama setelah usia 30 tahun, pada orang dengan diabetes, obesitas, penyakit ginjal, atau riwayat keluarga hipertensi,” sambungnya.
Dampak Hipertensi pada Jantung
Ketua Bedah Jantung Dewasa dan Transplantasi Jantung-Paru Rumah Sakit Artemis, Dr Surendra Nath Khanna mengatakan, tekanan darah yang tinggi akan merusak jantung, otak, dan ginjal tanpa disadari. Kebanyakan orang merasa baik-baik saja, padahal kerusakan di tubuh sedang terjadi.
“Tekanan darah tinggi terkadang dapat menyebabkan sakit kepala di pagi hari, terutama di bagian belakang kepala. Merasa lelah tanpa sebab, kesulitan bernapas saat melakukan tugas sehari-hari, atau merasa berat di dada juga bisa berarti jantung Anda sedang stres,” tegasnya.
Selain itu, tekanan darah yang tinggi juga meningkatkan risiko terjadinya serangan jantung, stroke, penyakit ginjal, dan gagal jantung seiring waktu.
Ahli kardiologi senior lainnya dari Rumah Sakit Amrita Faridabad, Dr Ashish Kumar mengungkapkan, tekanan darah tinggi dapat memberikan efek yang berbeda.
Misalnya saat bekerja, sering scrolling ponsel, dan mengejar deadline perlahan mengubah tubuh tanpa disadari.
“Arteri anda mengeras, dan jantung membangun otot untuk bertahan hidup. Bukan kematian mendadak yang membuat tekanan darah tinggi berbahaya, melainkan kerusakan yang terjadi seiring waktu,” ucap Dr Kumar.
Sinyal Kecil Hipertensi yang Sering Muncul
Dr Ashish menyebutkan sejumlah tanda yang paling sering ditemui dokter jantung pada pasiennya, seperti:
1.Merasa Tekanan di Kepala saat Bangun Tidur
Kondisi ini bukan karena migrain. Biasanya, pasien mengatakan rasanya seperti kepala yang diikat pita ketat atau rasa berat di bagian belakang tengkorak mereka.
Lonjakan hormon menyebabkan tekanan darah naik secara alami di pagi hari. Pada orang dengan tekanan darah tinggi, lonjakan ini menjadi terlalu kuat dan memberi tekanan pada pembuluh darah kecil di otak.
Stres setiap hari dapat menyebabkan sakit kepala yang berlangsung sepanjang hari. Orang sering minum obat penghilang rasa sakit daripada memeriksakan tekanan darah mereka.
2.Kelelahan Berlebihan
Keluhan umum yang sering dirasakan pasien seperti lelah, meski tidak melakukan banyak aktivitas. Saat tekanan darah tinggi, jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah.
Jantung menebalkan dindingnya untuk mengimbanginya, yang disebut hipertrofi ventrikel kiri. Tubuh menggunakan energi untuk menjaga aliran darah, yang menyisakan lebih sedikit energi untuk stamina.
3.Sesak Napas saat Melakukan Aktivitas Ringan
Ketika melakukan aktivitas ringan, seperti berjalan kaki, naik tangga, atau berbicara sambil berjalan bisa membuat sesak napas bagi orang dengan hipertensi. Tekanan darah tinggi jangka panjang membuat otot jantung kaku.
Saat berolahraga, paru-paru harus bekerja lebih keras, yang membuat sulit bernapas selama bertahun-tahun, sebelum gagal jantung terjadi.
4.Mata Terasa Sakit atau Penglihatan Kabur
Tempat untuk melihat arteri secara langsung tanpa operasi adalah di retina. Tekanan darah yang tinggi dapat merusaknya, yang menyebabkan kondisi retinopati.
Biasanya, pasien mengeluhkan sulit berkonsentrasi di malam hari. Retinopati hipertensi dapat berkembang tanpa gejala apapun.
5.Jantung Berdebar saat Berbaring
Bukan detak jantung cepat, tetapi detak yang mudah dirasakan. Pasien kerap mengeluhkan denyut nadi di dada atau telinga mereka di malam hari.
Tekanan darah tinggi membuat arteri lebih kaku, yang mengirimkan gelombang denyut nadi yang lebih kuat. Untuk mengatasi resistensi, jantung harus bekerja lebih keras yang membuat setiap detak lebih mudah dirasakan.
6.Mimisan atau Wajah Memerah
Gejala ini memang tidak terlalu umum. Saat tekanan meningkat, pembuluh darah kecil dan rapuh di hidung dapat pecah.
Orang dewasa tidak boleh mengabaikan mimisan yang terjadi dengan sendirinya, terutama saat sedang beristirahat.
7.Penurunan Kemampuan Fisik
Kondisi ini mungkin terjadi karena kekakuan pembuluh darah. Hipertensi membuat arteri kurang fleksibel, yang berarti otot tidak mendapatkan aliran darah yang cukup saat aktif.
Pasien sering mengatakan kondisi ini akibat stres, cuaca, atau kurang tidur. Tetapi, para ahli jantung mengatakan itu bisa terjadi karena ada masalah pada arteri. (d-hlth/hns1/red)