Optimalkan Penanganan Karhutla, Ini Saran DPRD Kalteng
PALANGKA RAYA,humanusantara.com – Jajaran DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) mendorong penguatan sinergi lintas sektor dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), yang sekarang ini merambah hampir di sebagian wilayah di Bumi Tambun Bungai.
Anggota DPRD Kalteng Tomy Irawan Diran mengatakan, karhutla yang terjadi di Kalteng sekarang sudah sangat mengkhawatirkan. Oleh sebab itu, penanganannya harus dilakukan dengan penguatan kerja sama yang sinergis.
“Selain perkuat kerja sama, kita juga ada anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp70 miliar yang telah disiapkan Pemerintah Provinsi (Pemprov), segera dioptimalkan untuk mendukung penanganan sejak dini agar kebakaran tidak semakin meluas,” kata Tomy, Rabu (5/8/2026).

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalteng yang membidang kesejahteraan rakyat itu mengatakan, keberadaan anggaran BTT memang diperuntukkan bagi kondisi darurat, termasuk bencana karhutla yang setiap tahun menjadi ancaman di Kalteng.
“Untuk BTT kalau tidak salah tahun ini ada anggaran sekitar Rp70 miliar. Pasti bisa digunakan, karena ini kan bencana alam juga termasuknya, dan persiapan ke sana pasti sudah dipersiapkan dari pihak-pihak yang berwenang,” ujarnya.
Wakil rakyat dari daerah pemilihan (Dapil) V, meliputi Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau itu juga mengatakan, anggaran tersebut harus dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung seluruh kebutuhan penanganan karhutla di lapangan.
“Tidak hanya untuk operasi pemadaman api, tetapi juga penyediaan logistik bagi petugas, dukungan operasional, perlengkapan pemadaman, hingga penanganan dampak kabut asap terhadap masyarakat,” ujar Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Kalteng itu.
Tomy yang juga Ketua Harian Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN itu juga menilai, kecepatan dalam penggunaan anggaran menjadi faktor penting, agar setiap titik api yang mulai bermunculan dapat segera dikendalikan sebelum berkembang menjadi kebakaran dalam skala yang lebih besar.
“Keterlambatan penanganan hanya akan memperluas area terdampak dan meningkatkan biaya penanggulangan,” terang Anggota DPRD Kalteng due periode itu.
Tomy juga menegaskan, penanganan pada fase awal merupakan langkah paling efektif untuk mencegah api meluas ke kawasan hutan maupun lahan lainnya. Oleh sebab itu, seluruh sumber daya yang dimiliki pemerintah harus segera digerakkan ketika muncul titik-titik kebakaran yang berpotensi membesar.
Menurutnya, apabila kondisi di lapangan menyulitkan petugas menjangkau lokasi kebakaran melalui jalur darat, maka penggunaan sarana pemadaman udara harus segera dipertimbangkan.
“Water bombing itu pasti harus segera. Penanganan dini lah yang harus dilakukan. Langkah cepat tidak hanya bertujuan memadamkan api, tetapi juga melindungi masyarakat dari dampak kabut asap yang berpotensi mengganggu kesehatan, aktivitas ekonomi, transportasi, hingga proses belajar mengajar apabila kondisi terus memburuk,” harapnya.
Ia juga mendorong agar koordinasi lintas sektor terus diperkuat, melibatkan pemerintah daerah, BPBD, Manggala Agni, TNI-Polri, relawan, hingga perusahaan yang berada di sekitar wilayah rawan kebakaran. Sinergi seluruh pihak dinilai menjadi kunci agar penanganan karhutla berjalan lebih efektif.
“Kami berharap seluruh instansi terkait bergerak cepat memanfaatkan anggaran yang sudah tersedia. Penanganan sejak dini jauh lebih efektif dibandingkan menunggu kebakaran semakin meluas,” demikian Tomy. (hns1/red)