HumaNusantara.com
Fakta Terpercaya dari Nusantara

Kabut Asap Kian Pekat, Ini Harapan Faridawaty

0

PALANGKA RAYA,humanusantara.com – Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) Faridawaty Darland Atjeh memberikan perhatian serius dalam pelayanan kesehatan di tengah kabut asap yang semakin pekat, akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di Bumi Tambun Bungai.

Dengan meningkatnya kabut asap yang membahayakan kesehatan masyarakat tersebut, ia meminta pemerintah memastikan seluruh fasilitas kesehatan berada dalam kondisi siap, terutama terkait ketersediaan obat-obatan, perlengkapan medis, serta dukungan layanan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak.

“Kondisi kualitas udara yang menurun berpotensi memicu meningkatnya kasus gangguan kesehatan, khususnya infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Oleh karena itu, pemerintah perlu memastikan seluruh kebutuhan kesehatan tersedia dan dapat diakses masyarakat tanpa kendala,” kata Faridawaty, Rabu (30/9/2026).

Dikatakan, ketersediaan obat-obatan untuk ISPA, vitamin, hingga bantuan logistik kesehatan seperti masker gratis harus dipastikan aman dan terdistribusi secara merata, terutama di daerah-daerah yang kondisi paparan asapnya cukup pekat.

Politisi senior dari Partai NasDem itu juga mengatakan, kesiapan tersebut tidak hanya difokuskan pada rumah sakit, tetapi juga harus menjangkau puskesmas, puskesmas pembantu, hingga pos pelayanan kesehatan di wilayah yang mengalami paparan asap cukup tinggi.

“Dengan demikian, pelayanan medis dapat tetap berjalan optimal apabila jumlah masyarakat yang membutuhkan pemeriksaan maupun perawatan meningkat,” ujar Faridawaty, yang juga Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Kalteng itu.

Wakil rakyat dari daerah pemilihan (Dapil) I, meliputi Kabupaten Katingan, Kota Palangka Raya, dan Kabupaten Gunung Mas itu juga mengatakan, kesiapan layanan kesehatan menjadi langkah penting dalam meminimalkan dampak kabut asap terhadap masyarakat.

Selain memastikan stok obat-obatan mencukupi, fasilitas kesehatan juga perlu memiliki persediaan tabung oksigen, vitamin, alat pelindung diri, serta perlengkapan medis lain yang dibutuhkan selama kondisi darurat asap berlangsung.

Ia juga menaruh perhatian terhadap kelompok masyarakat yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap, seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta warga yang memiliki riwayat penyakit pernapasan.

“Kelompok ini memerlukan perlindungan dan pemantauan kesehatan yang lebih intensif. Kita minta seluruh dinas kesehatan, rumah sakit daerah, hingga puskesmas di tingkat kecamatan dan desa untuk bersiap penuh. Pelayanan kesehatan harus dimaksimalkan, jangan sampai ada warga yang membutuhkan penanganan medis akibat dampak kabut asap ini terhambat pelayanannya,” harapnya.

Anggota DPRD Kalteng tiga periode itu juga mengatakan, selain memperkuat kesiapan fasilitas kesehatan, ia juga meminta pemerintah daerah memperluas distribusi masker gratis kepada masyarakat, terutama di kawasan dengan aktivitas publik yang tinggi. Langkah tersebut dinilai penting sebagai upaya mengurangi risiko paparan partikel asap yang dapat mengganggu kesehatan.

“Edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan selama kabut asap juga perlu terus dilakukan. Warga diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk, sementara mereka yang tetap harus beraktivitas di luar rumah diharapkan menggunakan masker sebagai bentuk perlindungan diri,” pungkas mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalteng itu. (hns1/red)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.