HumaNusantara.com
Fakta Terpercaya dari Nusantara

Penderita ISPA di Pulang Pisau Capai 99 Kasus Akibat Karhutla Meningkat

0

PULANG PISAU,humanusantara.com – Kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis) turut berdampak terhadap kesehatan masyarakat.

Berdasarkan data harian Dinas Kesehatan pada 24 September 2026, tercatat sebanyak 99 penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang ditangani sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Osa Maliki mengatakan, kondisi tersebut menjadi perhatian dalam penanganan Karhutla, khususnya karena kualitas udara di wilayah itu mengalami penurunan akibat kabut asap, Kamis (24/9/2026).

Berdasarkan data kualitas udara pada 24 September 2026 pukul 10.27-11.29 WIB, konsentrasi PM2.5 tercatat 1.717 µg/m³ dengan kategori berbahaya. Angka tersebut jauh berada di atas baku mutu PM2.5 sebesar 55 µg/m³ sebagaimana tercantum dalam PP Nomor 22 Tahun 2021.

“Dengan kondisi kualitas udara seperti ini, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi paparan asap, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki gangguan kesehatan,” kata Osa, saat berada di Posko Induk BPBD.

Data Dinas Kesehatan menunjukkan, dari 99 penderita ISPA yang tercatat pada laporan harian 24 September 2026, kasus ditangani di sejumlah fasilitas kesehatan, antara lain Puskesmas Pulang Pisau sebanyak 16 orang, Puskesmas Maliku 14 orang, Puskesmas Bereng 11 orang, Puskesmas Bawan 8 orang, Puskesmas Bukit Rawi 9 orang, Puskesmas Pangkoh 12 orang, RSUD Pulang Pisau 6 orang dan Posko Karhutla 6 orang.

Sementara itu, Puskesmas Sebangau menangani 6 orang, Puskesmas Tangkahen 5 orang, Puskesmas Jabiren 2 orang, Puskesmas Bahaur Tengah dan Bahaur Hilir masing-masing tidak mencatat penderita pada laporan tersebut, serta Puskesmas Tahai sebanyak 4 orang.

Dijelaskan, penanganan karhutla terus dilakukan melalui posko-posko lapangan di sejumlah wilayah terdampak. Data Posko Induk Siaga Karhutla per 22 September 2026 mencatat kejadian dan luas karhutla di delapan kecamatan, dengan Jabiren Raya mencatat 5.392 hotspot, 14 kejadian dan luas karhutla 2.838,9 hektare.

Selain Jabiren Raya, data juga mencatat Sebangau Kuala sebanyak 10.200 hotspot, 27 kejadian dan 316,7 hektare, Banama Tingang 1.520 hotspot, 21 kejadian dan 121,2 hektare, Maliku 21 hotspot, 3 kejadian dan 19,5 hektare, Kahayan Tengah 1.998 hotspot, 33 kejadian dan 399,9 hektare, Pandih Batu 5.887 hotspot, 16 kejadian dan 149,2 hektare, Kahayan Kuala 4.691 hotspot, 25 kejadian dan 532 hektare, serta Kahayan Hilir 2.472 hotspot, 47 kejadian dan 371,28 hektare.

“Penanganan di lapangan terus diperkuat melalui pemadaman, pembasahan, penyekatan dan upaya pengendalian titik api. Dukungan serta kepedulian masyarakat sangat diperlukan agar upaya penanganan dapat berjalan maksimal,” pungkasnya. (hns1/red)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.