Putra Daerah Diharapkan Mengabdikan Diri untuk Membangun Mura
PURUK CAHU,humanusantara.com – Momentum kelulusan siswa SMA/SMK/MA di Murung Raya (Mura), Kalimantan Tengah (Kalteng) disambut dengan pesan penuh semangat dan dedikasi dari Anggota Komisi I DPRD Mura Imanudin.
Ia mengtakan, ijazah SMA bukan akhir dari perjalanan pendidikan, melainkan gerbang awal menuju pengembangan ilmu dan pengabdian bagi daerah.
“Ini adalah fase penting dalam kehidupan generasi muda. Kalian harus melangkah dengan nalar yang cerdas, hati yang humanis, dan tekad yang kuat untuk kembali membangun Bumi Tira Tangka Balang,” kata Imanudin, Kamis (21/5/2026).
Sebagai anggota DPRD yang membidangi pendidikan dan kesehatan, ia menilai bonus demografi Mura hanya akan menjadi kekuatan produktif, apabila generasi mudanya melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu kunci utama kemajuan daerah.
“Pemerintah harus terus mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) melalui berbagai program, seperti beasiswa daerah, KIP Kuliah, serta kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi di Kalimantan,” harap politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.
Jurusan pendidikan, kesehatan, pertanian modern, teknologi informasi, dan energi terbarukan dinilai sangat relevan dengan kebutuhan pembangunan di Bumi Tira Tangka Balang.
“Kita masih membutuhkan dokter di kecamatan, guru di wilayah pedalaman, serta inovator yang mampu mengembangkan potensi pangan lokal. Kampus adalah tempat untuk menyiapkan solusi atas kebutuhan itu,” jelas wakil rakyat dari daerah pemilihan (Dapil) I, meliputi Kecamatan Kecamatan Murung dan Kecamatan Tanah Siang Selatan itu.
Dikatakan, di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan dunia kerja, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara kecerdasan akademik dan karakter.
Menurutnya, mahasiswa harus memiliki kemampuan literasi digital, jiwa kewirausahaan sosial, serta kesadaran menjaga kesehatan mental.
Ia juga mengingatkan generasi muda agar menjauhi berbagai ancaman sosial seperti narkoba, judi online, pinjaman online ilegal, dan paham intoleran yang dapat merusak masa depan.
“Ilmu tanpa adab akan kehilangan makna. Gelar tanpa pengabdian akan terasa hampa. Jadilah sarjana yang membumi dan bermanfaat bagi masyarakat,” pesan Imanudin.
Imanudin juga terus mendorong pemerintah daerah untuk memperluas program beasiswa afirmasi bagi pelajar dari wilayah pedalaman, menyediakan fasilitas asrama mahasiswa Mura di kota-kota pendidikan, serta membuka program magang di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) maupun Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Hal itu agar mahasiswa memiliki pengalaman yang selaras dengan kebutuhan pembangunan daerah.
“Pergilah menuntut ilmu setinggi mungkin. Namun pulanglah dengan membawa harapan, inovasi, dan semangat pengabdian. Mura membutuhkan generasi muda yang cerdas, humanis, dan berdedikasi untuk membangun masa depan daerah,” demikian Imanudin mengakhiri. (hns1/red)