Shalahuddin: 2027 Tahun Strategis Pelaksanaan RPJMD Barut 2025-2030
MUARA TEWEH,humanusantara – Saat menghadiri Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027, di Kecamatan Teweh Timur, Bupati Barito Utara (Barut), Kalimantan Tengah (Kalteng) H Shalahuddin menegaskan, 2027 merupakan tahun strategis pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Barut 2025-2030.
“Perencanaan pembangunan harus partisipatif, terukur, dan berdampak nyata bagi masyarakat,” kata Shalahuddin, saat membuka musrenbang tersebut.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan yang hadir dalam kegiatan itu, karena hal itu menandakan komitmen bersama dalam mendukung visi dan misi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barut.
Dikatakan, musrenbang merupakan forum strategis perencanaan pembangunan yang mengedepankan gotong royong.
“Melalui forum ini, aspirasi, kebutuhan, dan potensi lokal dapat terakomodir dalam rencana kerja pemerintah daerah,” tegasnya.
Ia juga mengatakan, musrenbang kecamatan bertujuan menyelaraskan usulan pembangunan dari desa dan kelurahan agar sejalan dengan visi Barito Utara yang maju, tumbuh pesat, sejahtera, dan berkeadilan, serta mendukung visi pembangunan nasional melalui Asta Cita.
“2027 menjadi tahun strategis pelaksanaan RPJMD 2025-2030 dengan tema penguatan produktivitas sektor unggulan dan pelayanan publik sebagai penggerak transformasi ekonomi daerah,” ujar mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalteng itu.
Untuk mendukung tema yang ada itu kata dia, menuntut kerja yang lebih cepat, terukur, dan berdampak nyata. Karena itu dibutuhkan sinergi kuat antara pemerintah, DPRD, dunia usaha, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan.
Di 2027 ungkapnya, ada program pembangunan prioritas infrastruktur yang harus dilaksanakan, seperti pembangunan tiga jembatan utama, pelebaran dan pembangunan jalan strategis, penataan Kawasan perkotaan, pembangunan sport center, SPAM IKK, rehabilitasi RSUD Muara Teweh, serta normalisasi Sungai Bengaris.
“Usulan yang disampaikan pada musrenbang ini harus program berbasis data dan kebutuhan riil di lapangan, memperkuat sinergi lintas sektor, meningkatkan pelibatan masyarakat dan dunia usaha, serta memperhatikan prinsip pembangunan berkelanjutan,” harapnya.
Musrenbang di Kecamatan Teweh Timur diharapkan menghasilkan rencana kerja yang realistis, terukur, dan memberikan manfaat langsung bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. (hns1/red)