PALANGKA RAYA,humanusantara – Jajaran Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) Kalimantan Tengah diminta maksimalkan kinerja tingkatkan Pendapat Asli Daerah (PAD).
Harapan itu disampaikan, Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Kalimantan Tengah Tomy Irawan Diran, saat dibincangi wartawan beberapa waktu lalu.
Ia menegaskan pentingnya mengoptimalkan PAD sebagai sumber pembiayaan utama pembangunan di tengah proyeksi penurunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kalteng tahun anggaran 2026 yang hanya mencapai Rp7,1 triliun.
Menurutnya, seluruh dinas penghasil di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah harus didorong untuk bekerja lebih efisien dan produktif dalam menggali potensi PAD.
“Kita harus berfokus pada PAD semuanya kepada dinas-dinas penghasil. Jangan sampai dana kita mubazir, tidak ada pemasukan dari dinas-dinas yang mendapatkan PAD,” kata Tomy.
Ia menyoroti beberapa sektor yang menurutnya masih belum tergarap maksimal sebagai sumber PAD, seperti pajak alat berat, bahan bakar minyak (BBM) dan pemanfaatan permukaan air.
“PAD harus kita genjot. Kalau misalkan PAD, beberapa hal yang perlu digenjot seperti pajak alat berat, BBM, permukaan air itu belum maksimal. Itu harus dimaksimalkan lagi untuk target PAD,” ujarnya.
Wakil Ketua Komisi III, yang membidangi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) itu juga mengingatkan, ketergantungan terhadap dana transfer dari pemerintah pusat bukanlah solusi jangka panjang. Ia menekankan pentingnya efisiensi dan kemandirian fiskal daerah.
“Mengandalkan transfer pusat, namanya efisiensi, mau tidak mau kita harus bisa menghasilkan sendiri dari PAD,” harapnya.
Ia juga mendorong agar seluruh lini yang memiliki potensi untuk mendatangkan PAD diberikan perhatian khusus dan dukungan kebijakan agar dapat berkontribusi optimal terhadap keuangan daerah.
“Semua lini yang bisa mendapatkan PAD harus difokuskan. Jangan sampai potensi itu hanya jadi wacana tanpa realisasi,” demikian Tomy. (hns1/red)