PALANGKA RAYA,humanusantara.com – Jajaran DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) mendorong, agar pembangunan jalan dari Katingan Kuala menuju Kasongan, Kabupaten Katingan segera dibangun. Pasalnya, biaya angkut hasil bumi masyarakat pesisir Katingan masih cukup tinggi karena akses menuju Kasongan belum terhubung secara optimal.
“Kita dari DPRD Kalteng mendorong pembangunan dan pembukaan jalur darat sepanjang 90 kilometer dari Katingan Kuala menuju Kota Kasongan,” kata Wakil Ketua III DPRD Kalteng Junaidi, Senin (11/8/2026).
Usulan itu cukup logis ia sampaikan, untuk memangkas biaya distribusi hasil alam maupun hasil laut dari wilayah pesisir Kabupaten Katingan menuju Kota Kasongan maupun kabupaten/kota lainnya di Kalteng.
Politisi Partai Demokrat itu mengatakan, persoalan konektivitas di wilayah selatan Katingan ini menjadi salah satu fokus perhatian pihaknya.
“Secara geografis, kawasan Katingan Kuala memang memiliki akses yang lebih dekat dengan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Oleh karena itu, penataan akses menuju Kasongan sebagai pusat pemerintahan dan perekonomian daerah mutlak diperlukan,” ujarnya.
Ia juga mengatakan, masalah akses infrastruktur darat untuk masyarakat di Bumi Penyang Hinje Simpei menjadi perhatian seriusnya. Ia menjelaskan, sebelum pemekaran wilayah, kawasan Katingan I dan Katingan II masuk dalam wilayah administratif Kotim.
“Setelah mekar, kawasan pesisir tersebut menjadi bagian utuh dari Kabupaten Katingan, sehingga infrastruktur penghubung menuju ibu kota kabupaten harus segera diperkuat,” harapnya.
Pihaknya dari DPRD Kalteng kata dia, akan mendorong penuh kelanjutan pembangunan akses darat tersebut, agar mampu memperpendek jarak tempuh menuju Kota Kasongan.
“Kami mendorong alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kalteng diturunkan, agar ruas jalan ini minimal bisa dibuka dan fungsional dilewati kendaraan,” lanjutnya.
Wakil rakyat dari daerah pemilihan (Dapil) I, meliputi Kabupaten Katingan, Gunung Mas (Gumas), dan Kota Palangka Raya itu juga mengatakan, memang pengerjaan pembangunan ruas jalan tersebut tidaklah mudah. Karena diketahui, terdapat sekitar 14 kilometer ruas jalan yang harus membelah kawasan rawa, danau, dan lahan gambut tebal, sehingga membutuhkan teknik penanganan serta konstruksi khusus.
“Kalau memang APBD provinsi dan kabupaten belum mampu membenahi ruas darat tersebut, solusi sementara yang kami dorong adalah penataan dan pengerukan alur sungai, termasuk Terusan Hantipan,” sarannya.
Perbaikan alur sungai ini dinilai efektif untuk menjaga urat nadi mobilitas warga dan kelancaran distribusi barang. Penguatan konektivitas tersebut berkaitan langsung dengan efisiensi biaya angkut hasil produksi masyarakat.
“Selama ini, hasil bumi dari pesisir Katingan kerap harus memutar lewat Kotim sebelum dipasarkan ke daerah lain. Hasil-hasil pertanian maupun perikanan dari Katingan ini idealnya bisa langsung dipasarkan di Kasongan agar biaya distribusinya jauh lebih murah bagi petani dan nelayan,” pungkasnya. (hns1/red)