HumaNusantara.com
Fakta Terpercaya dari Nusantara

Penyelamatan Korban TPPO Asal Barsel Diapresiasi, Sudarsono: Masyarakat Harus Waspada Terhadap Tawaran Kerja di Luar Negeri

0

PALANGKA RAYA,humanusantara.com – Jajaran Komisi I DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), membidangi hukum, pemerintahan, dan keuangan mengharapkan agar masyarakat berhati-hati dalam menerima tawaran kerja ke luar negeri.

Hal itu disampaikan Anggota DPRD Kalteng H Sudarsono. Wakil Ketua Komisi I DPRD Kalteng itu juga mengapresiasi keberhasilan pemulangan Supiat, korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) asal Kabupaten Barito Selatan, dari Kamboja.

“Kita juga mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap tawaran kerja di luar negeri yang tidak melalui prosedur resmi,” kata Sudarsono, Senin (13/7/2026).

Meski bersyukur korban telah kembali dengan selamat, ia tak menampik rasa prihatinnya atas penderitaan yang harus dialami oleh tersebut selama delapan bulan terakhir.

Oleh karena itu, ia memberikan peringatan keras kepada masyarakat yang berniat mencari nafkah di luar negeri.

“Kita menyampaikan pesan kepada siapa pun yang mau berkiprah ke luar negeri sebagai tenaga kerja untuk senantiasa berhati-hati. Jangan mudah tergoda dengan tawaran-tawaran yang sekiranya menggiurkan, tetapi tidak memiliki kepastian kapasitas yang bisa menjamin keselamatan,” ujar politisi Partai Golongan Karya (Golkar) itu.

Bupati Seruyan periode 2013-2018 itu juga berharap, kejadian tersebut menjadi pelajaran berharga sehingga kewaspadaan di tengah masyarakat semakin meningkat.

Diberitakan sebelumnya, Supiat terperangkap dalam jaringan sindikat penipuan daring (online scam) di Kamboja dan Thailand akibat tergiur tawaran pekerjaan nonprosedural.

Pemuda berusia 21 tahun itu awalnya dijanjikan pekerjaan di sebuah perkebunan dengan iming-iming gaji fantastis, sekitar Rp9 juta hingga Rp10 juta per bulan, dengan seluruh biaya keberangkatan ditanggung perekrut.

Namun, janji manis itu berujung petaka. Setibanya di Thailand, ia justru dibawa ke perusahaan penipuan (scam). Meski tidak disekap atau disiksa, ia kerap mendapat hukuman fisik berupa mengangkat barang berat apabila tidak mencapai target perusahaan.

Kasus ini terungkap dan memicu langkah penyelamatan setelah Supiat, yang putus asa dan terbentur masalah ekonomi keluarga, mengirimkan video permintaan tolong ke salah satu media di Kalteng hingga akhirnya viral.

Berkat sinergi cepat dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kalteng, Badan Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran (BP3M) Kalimantan Selatan, Kementerian Luar Negeri, hingga Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), Supiat akhirnya berhasil dievakuasi dan kini bersiap untuk kembali ke pangkuan keluarganya. (hns1/red)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.