HumaNusantara.com
Fakta Terpercaya dari Nusantara

Dongkrak Pembangunan Ekonomi Daerah, Bank Kalteng Diminta Memperkuat dan Memperluas Bisnis

0

PALANGKA RAYA,humanusantara.com – PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kalimantan Tengah (Kalteng) atau Bank Kalteng diminta untuk terus memperkuat dan memperluas jaringan bisnis. Hal itu sangat penting dalam rangka memperkuat pembangunan daerah.

Anggota DPRD Kalteng Purdiono mengatakan, sebagai Bank kebanggaan “Oloh Itah”, Bank masyarakat Kalteng, jajaran manajemen Bank Kalteng harus terus bernovasi dalam mengembangkan Bank Kalteng, agar semakin maju dan semakin berkembang, yang ke depan diharapkan dapat menjadi pilar utama dalam pembangunan ekonomi masyarakat Bumi Tambun Bungai.

“Kita terus mendorong pihak Bank Kalteng terus memperkuat kinerja dan memperluas jaringan bisnis, agar mampu memberikan kontribusi yang semakin besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Purdiono, Senin (3/8/2026).

Dikatakan, sebagai bank milik pemerintah daerah, Bank Kalteng memiliki peran strategis tidak hanya sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai motor penggerak pembangunan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Anggota Komisi I DPRD Kalteng, membidangi keuangan, pemerintahan dan hukum itu mengatakan dukungan pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten dan kota sebagai pemegang saham harus mampu dimanfaatkan Bank Kalteng, untuk meningkatkan daya saing sekaligus memperluas layanan kepada masyarakat.

“Dengan demikian, penyertaan modal yang selama ini diberikan pemerintah daerah benar-benar memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Harapan kita Bank Kalteng lebih maju dan bisa mengembangkan bisnis-bisnis yang lain, sehingga uang daerah yang disertakan oleh pemerintah provinsi dan kabupaten/kota benar-benar berdampak pada kesejahteraan masyarakat Kalteng,” ujarnya.

Politisi Partai Golongan Karya (Golkar) itu mengatakan, dukungan yang diberikan para pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) menjadi modal penting bagi Bank Kalteng untuk terus tumbuh sebagai lembaga keuangan yang sehat, profesional, dan mampu bersaing di industri perbankan nasional.

Perkembangan Bank Kalteng harus diiringi dengan peningkatan kualitas pelayanan kepada nasabah, penguatan tata kelola perusahaan, serta inovasi berbagai produk dan layanan keuangan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan dunia usaha.

“Bank Kalteng juga diharapkan semakin memperluas pembiayaan terhadap sektor-sektor produktif, terutama usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sektor UMKM memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah sekaligus membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat,” jelasnya.

Wakil rakyat dari daerah pemilihan (Dapil) IV, meliputi Kabupaten Barito Timur, Barito Utara, Murung Raya, dan Kabupaten Barito Selatan itu juga mengatakan, penguatan Bank Kalteng juga sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng yang mendorong optimalisasi program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR), agar selaras dengan prioritas pembangunan daerah.

Melalui sinergi tersebut, kehadiran Bank Kalteng diharapkan tidak hanya dirasakan sebagai institusi perbankan, tetapi juga sebagai mitra pembangunan yang aktif memberikan manfaat kepada masyarakat.

“Terpenuhinya modal dasar Bank Kalteng sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjadi momentum penting untuk memperkuat daya saing perusahaan. Dengan fondasi permodalan yang semakin kuat, peluang Bank Kalteng untuk melakukan ekspansi usaha, meningkatkan inovasi layanan, serta memperluas jaringan bisnis dinilai semakin terbuka. Kita mendukung Bank Kalteng lebih maju dan lebih meningkat lagi. Seperti diketahui, Bank Kalteng sudah mempunyai modal sesuai ketetapan OJK dan ke depan tentu peluang untuk berkembang semakin terbuka,” ungkapnya.

Ia berharap pertumbuhan bisnis Bank Kalteng berjalan seiring dengan meningkatnya kontribusi terhadap pembangunan daerah.

Keberhasilan bank daerah kata dia, tidak hanya diukur dari besarnya keuntungan yang diperoleh, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan pemerintah daerah dan masyarakat melalui peningkatan dividen, pembiayaan pembangunan, serta dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi lokal.

“Dengan semakin meningkatnya kinerja jajaran manajemen, maka hasil usaha yang diperoleh akan kembali memberikan nilai tambah bagi daerah melalui peningkatan pendapatan asli daerah (PAD),” pungkasnya. (hns1/red)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.