Puncak Musim Kemarau, Orang Tua Diminta Perketat Pengawasan Anak Bermain di Sungai
PURUK CAHU,humanusantara.com – Puncak musim kemarau membuat kondisi sungai di Murung Raya (Mura), Kalimantan Tengah (Kalteng) terlihat lebih tenang dengan air yang relatif jernih.
Situasi tersebut kerap dimanfaatkan masyarakat, khususnya anak-anak, untuk bermain maupun mandi di tepian sungai.
Menurut Ketua DPRD Mura H Rumiadi, kondisi sungai yang surut tersebut tidak sepenuhnya aman. Untuk itu ia mengimbau seluruh orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak ketika beraktivitas di sekitar sungai maupun lokasi wisata air.
“Keindahan alam Mura memang menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat untuk menghabiskan waktu bersama keluarga. Namun, di balik kondisi sungai yang tampak tenang, masih terdapat potensi bahaya yang tidak boleh diabaika, kepada seluruh orang tua agar tidak lengah dalam mengawasi anak-anak. Musim kemarau memang membuat tepian sungai terlihat lebih aman, tetapi arus bawah, kedalaman, maupun kontur dasar sungai dapat berubah sewaktu-waktu. Sedikit saja kelengahan dapat berakibat fatal,” kata Rumiadi, Kamis (6/8/2026).
Kehadiran dan pengawasan orang dewasa kata dia merupakan faktor utama dalam mencegah terjadinya kecelakaan, agar jangan sampai kegiatan rekreasi bersama keluarga berubah menjadi musibah akibat kurangnya kewaspadaan.
“Saya juga mengajak pemerintah desa, Ketua RT, tokoh masyarakat, pihak sekolah, serta seluruh elemen masyarakat untuk turut mengingatkan pentingnya menjaga keselamatan anak-anak, terutama saat musim kemarau,” ujarnya.
Wakil rakyat dari daerah pemilihan (Dapil) II, meliputi Kecamatan Barito Tuhup Raya, Laung Tuhup dan Kecamatan Tanah Siang itu juga mendorong agar setiap lokasi wisata air maupun titik yang sering dijadikan tempat mandi dilengkapi dengan rambu-rambu peringatan serta pengawasan sederhana sebagai langkah pencegahan.
Pemerintah daerah, DPRD, pemerintah desa, dan seluruh masyarakat harus bersinergi, menjadikan keselamatan anak sebagai prioritas.
“Bermain dan menikmati alam tentu boleh, tetapi aspek keamanan harus selalu menjadi yang utama. Kami mengharapkan, masyarakat dapat menikmati keindahan alam daerah secara bijaksana dengan tetap mengutamakan keselamatan. Sehingga aktivitas selama musim kemarau dapat berlangsung dengan aman, nyaman, dan terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya. (hns1/red)