PALANGKA RAYA,humanusantara – Perwujudan delapan Asta Cita di daerah memerlukan keseriusan dari seluruh pemerintah daerah.
Hal itu ditegaskan Anggota DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) Pipit Setyorini, saat dibincangi awak media di ruang kerjanya, Selasa (17/3/2026). Menurutnya, keberhasilan delapan program prioritas nasional atau Asta Cita sangat bergantung pada keseriusan pemerintah daerah dalam menindaklanjuti aspirasi masyarakat.
“Berbagai masukan yang disampaikan warga saat reses maupun kunjungan kerja bukan hanya menggambarkan kebutuhan riil masyarakat, tetapi juga menjadi tolok ukur pelaksanaan program pembangunan di daerah,” kata Pipit.
Srikandi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu juga mengatakan, aspirasi masyarakat tidak hanya menggambarkan kebutuhan di daerah, namun menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah untuk melihat sejauh mana pelaksanaan program-program prioritas di daerah.
Wakil rakyat dari daerah pemilihan (Dapil) II, meliputi Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dan Seruyan itu juga mengatakan, aspirasi yang disampaikan masyarakat khususnya di dapil menunjukkan harapan besar terhadap dukungan pemerintah di sektor pertanian dan perikanan.
Ia menilai hal tersebut sejalan dengan arah kebijakan Asta Cita yang menitikberatkan kemandirian pangan nasional.
“Masyarakat khususnya di dapil II mengharapkan bantuan di bidang pertanian dan perikanan. Aspirasi ini selaras dengan Asta Cita di bidang kemandirian pangan,” ujarnya.
Ia juga mencatat kuatnya tuntutan masyarakat agar pemerintah hadir secara nyata dalam mendukung kegiatan usaha rakyat, memperkuat koperasi desa, serta meningkatkan kualitas sumber daya tenaga kerja agar lebih siap menghadapi dunia kerja.
Selain sektor ekonomi, masih adanya kesenjangan pembangunan antarwilayah. Ia menyebut peningkatan akses telekomunikasi, pembangunan listrik desa, dan pembinaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai kebutuhan mendesak yang terus disuarakan masyarakat.
“Program prioritas lain yang berkaitan dengan pemerataan pembangunan masih harus dipacu sesuai dengan tuntutan masyarakat, khususnya peningkatan akses telekomunikasi, pembangunan listrik desa, termasuk memberi pembinaan untuk pengelolaan BUMDes,” ungkapnya.
Pipit juga menekankan, Asta Cita juga mengamanatkan penciptaan lapangan kerja berkualitas serta penguatan kewirausahaan, dengan desa sebagai pusat pembangunan.
“Asta Cita juga mendorong lapangan kerja berkualitas, dan mendorong kewirausahaan. Yang paling penting di Asta Cita menekankan pentingnya pembangunan dari desa,” tukasnya.
Pihaknya dari DPRD Kalteng memastikan akan terus mengawal dan memperjuangkan aspirasi masyarakat agar benar-benar diakomodasi dalam kebijakan dan program pembangunan daerah.
“Kami dari DPRD akan mengawal apa yang menjadi tuntutan masyarakat. Tentu kami menginginkan agar aspirasi-aspirasi ini bisa menjadi prioritas pembangunan,” demikian Pipit. (hns1/red)