Sekolah Rakyat Berperan Penting Tekan Angka Anak Putus Sekolah
PALANGKA RAYA,humanusantara – Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Tengah Tomy Irawan Diran menegaskan pentingnya penguatan pengawasan di tingkat daerah terhadap pelaksanaan program Sekolah Rakyat.
Dikatakan, meski sumber dana berasal dari pemerintah pusat, pengawasan di tingkat daerah menurutnya sangat krusial untuk memastikan program berjalan sesuai tujuan.
“Kemarin kami melakukan kunjungan ke Katingan ke sekolah rakyat. Memang itu semua pendanaan persiapan langsung ke kementerian, cuman kalau kewenangan pengawasan pasti dalam arti di sini mungkin dalam segi aturan saya belum melihat. Intinya mekanisme untuk sekolah rakyat itu tidak mudah,” kata Tomy kepada wartawan beberapa waktu lalu.
Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu menjelaskan, seluruh biaya penyelenggaraan sekolah rakyat ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah pusat.
Namun demikian, transparansi dan pengelolaan keuangan program harus diawasi dengan ketat oleh pemerintah daerah.
“Intinya ini kembali lagi ke keuangan, semua biaya dari pusat. Mekanisme keuangan dan transparansinya mungkin itu yang harus diawasi oleh pemerintah daerah,” ujarnya.
Ia menilai, keberadaan sekolah rakyat membawa manfaat besar bagi anak-anak yang sebelumnya terputus sekolah. Di Palangka Raya sendiri, sebanyak 75 siswa sudah dibantu melanjutkan pendidikan tanpa harus membayar biaya.
“Sekolah Rakyat memfasilitasi adik-adik kita untuk melanjutkan sekolahnya tanpa dipungut biaya,” terangnya.
Lebih lanjut dikatakan, sejumlah tantangan masih dihadapi, terutama terkait jarak sekolah yang cukup jauh dan keberatan dari sebagian orang tua murid untuk melepas anaknya belajar di sekolah tersebut.
“Beberapa kendala memang ada di situ, salah satunya mungkin lokasi terlalu jauh. Terus orang tua untuk melepaskan anaknya juga belum sepenuhnya. Ini macam-macam kendalanya, bukan berarti dari sekolah rakyatnya,” demikian Tomy. (hns1/red)