Menanti Formula Jitu Pemprov Kalteng Hadapi APBD Merosot
PALANGKA RAYA,humanusantara – Proyeksi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kalimantan Tengah mengalami penurunan tajam di tahun anggaran berjalan.
Hal itu diungkapkan Anggota Komisi I DPRD Kalimantan Tengah Purdiono beberapa waktu lalu. Ia menyebut pemangkasan sejumlah dana transfer dari pemerintah pusat sebagai penyebab utama.
“Informasi terakhir APBD kita terjun bebas, karena kita belum bisa menganggarkan beberapa sumber dari pemerintah pusat. Nah, kita berharap menunggu juga laporan dari eksekutif seperti apa, jadi kita bikin formulanya jangan sampai pembangunan terhambat, fasilitas tidak bisa diperbaiki,” kata Purdiono.
Menurutnya, Kalimantan Tengah masih sangat bergantung pada aliran dana pusat. Ia menilai, pemotongan pada sektor-sektor seperti Dana Alokasi Khusus (DAK), Dana Alokasi Umum (DAU), dan Dana Bagi Hasil (DBH) berpotensi menghambat pelaksanaan pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur dasar.
“Kita kan ketergantungan sama pemerintah kan cukup tinggi. Ketika pemerintah menutup seperti royalti, DBH, DAK, DAU dikurangi, berpotensi menghambat pembangunan di Kalteng,” ujarnya.
Hingga saat ini, DPRD masih menantikan inisiatif dari pemerintah daerah untuk menyusun strategi dan formula penganggaran baru agar program pembangunan tetap berjalan meski dana pusat menyusut.
“Jadi kami masih menunggu seperti apa formulanya agar semua bisa berjalan,” tukasnya.
Purdiono juga menekankan pentingnya pembagian DBH yang adil dan sesuai peraturan yang berlaku.
“Karena DBH jelas ada undang-undangnya, 32 persen untuk daerah penghasil, 16 persen untuk provinsi. Nah itu yang kita tagih,” lanjutnya.
Ia berharap, kondisi tersebut bisa menjadi momentum bagi eksekutif dan legislatif di daerah untuk meningkatkan sinergi, agar masyarakat tidak dirugikan akibat keterbatasan fiskal.
“Kita berharap kerja sama eksekutif dan legislatif agar sama-sama, agar masyarakat tidak jadi korban,” demikian Purdiono. (hns1/red)