Songsong Porprov 2026, PKSI Kalteng Gembleng 20 Pelatih dan Wasit Korfball di Palangka Raya
PALANGKA RAYA,humanusantara – Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Korfball Seluruh Indonesia (PKSI) Kalimantan Tengah (Kalteng) resmi menggelar Pelatihan Pelatih dan Wasit Lisensi C Tingkat Provinsi.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 6-8 Februari 2026 itu dipusatkan di Kampus PJKR FKIP Universitas Palangka Raya (UPR), Jumat (6/2/2025).
Langkah strategis itu diambil sebagai upaya standarisasi kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) sekaligus pengembangan olahraga Korfball di Bumi Tambun Bungai, khususnya dalam menyambut gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XIII Kalteng, yang akan dihelat di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) tahun ini.
Sebanyak 20 peserta antusias mengikuti pelatihan ini dengan rincian keterwakilan daerah sebagai berikut diantaranya, diikuti Kota Palangka Raya, Kapuas, Kobar, Murung Raya (Mura), Seruyan, Barito Utara (Barut), Katingan dan Kotawaringin Timur (Kotim).

Ketua Umum Pengprov PKSI Kalteng Nopri Setiawan menekankan, peran pelatih dan wasit dalam Korfball sangat unik karena olahraga ini mengedepankan campuran gender dan aturan tanpa kontak fisik (non-contact sport).
Para peserta dibekali materi teori dan praktik yang mendalam, meliputi aturan 360 Derajat memahami pergerakan bebas pemain di seluruh area lapangan.
Defend Rule mengasah insting wasit dalam menentukan tembakan yang dianggap “terjaga”.
Kontak Fisik ketegasan dalam mengidentifikasi pelanggaran fisik. Sinyal dan Komunikasi standarisasi penggunaan peluit dan kerja sama dengan asisten wasit/petugas meja.
“Dengan lisensi ini, mereka sah untuk memimpin pertandingan antar klub lokal. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan jenjang lisensi ini di masa mendatang,” ujar Nopri.
Dukungan penuh datang dari KONI Kalteng melalui Anggota Bidang Organisasi dan Mobilisasi SDM Saptaryo Kunindar.
Ia mengingatkan pentingnya syarat administratif agar cabang olahraga ini bisa dipertandingkan secara resmi di Porprov.
Syarat minimal harus ada 5 kabupaten/kota yang berpartisipasi agar nomor cabang olahraga dapat dipertandingkan.
PKSI didorong segera membentuk kepengurusan di wilayah Barat, seperti di Kabupaten Lamandau, Seruyan, Sukamara dan Kotim.
Efisiensi mobilisasi, fokus pada wilayah Barat bertujuan mempermudah pergerakan atlet menuju tuan rumah Kobar, karena jarak geografis yang lebih dekat.
“Pelatih berlisensi akan membawa ilmu ke klub, dan wasit berlisensi akan memiliki kepercayaan diri tinggi di lapangan. Ini adalah fondasi kuat bagi Korfball Kalteng,” pungkas Saptaryo. (hns1/red)