Kebiasaan Makan Ini Ternyata Menyiksa Ginjal

JAKARTA,humanusantara.com – Saat merancang target hidup sehat, kebanyakan orang cenderung memprioritaskan hal-hal yang langsung terasa dampaknya. Mulai dari mengejar 10 ribu langkah sehari, memantau asupan protein, hingga menjaga jam tidur.

Sayangnya, organ vital yang bekerja paling keras justru sering luput dari perhatian. Di dalam rongga perut, ada sepasang ginjal seukuran kepalan tangan yang bekerja tanpa henti menyaring limbah dan kelebihan cairan tubuh.

Pakar nefrologi mengingatkan, penyakit ginjal sering kali dijuluki sebagai “silent killer” alias pembunuh diam-diam. Saat gejalanya baru terasa, kerusakan pada ginjal biasanya sudah terlanjur parah.

“Penyakit ginjal adalah pembunuh diam-diam, sehingga banyak orang tidak menunjukkan tanda-tanda penyakit ginjal sampai mereka berada pada stadium lanjut,” kata dokter spesialis nefrologi dari Cook County Health dr Kalyani Perumal, MD, dikutip dari Parade.

Lantas, apa kebiasaan harian nomor satu yang paling memicu kerusakan ginjal tersebut?

Kebiasaan Makan “Fast Food” dan Asupan Garam Berlebih

Para dokter spesialis ginjal sepakat, kebiasaan harian yang paling merusak organ ini adalah pola makan yang buruk. Khususnya, konsumsi makanan cepat saji (fast food), makanan tinggi garam (natrium), dan bahan pangan olahan berlebih (ultra-processed foods).

dr Perumal menjelaskan, kebiasaan buruk tersebut sering kali terbentuk sejak usia muda dan terus terbawa hingga dewasa.

“Sebagai anak-anak dan remaja, kita terbiasa mengonsumsi makanan cepat saji karena jadwal sekolah yang sibuk, masa-masa kuliah yang penuh tekanan, banyaknya kegiatan, serta kehidupan sosial yang aktif. Hal ini menjadi kebiasaan yang sulit dilepaskan,” jelasnya.

Dampaknya baru akan terasa di masa depan. Pola makan tidak sehat ini memicu obesitas, tekanan darah tinggi (hipertensi), diabetes, hingga kolesterol tinggi pada usia dewasa-yang seluruhnya merupakan faktor risiko utama pemicu kerusakan ginjal.

Mengapa Ginjal Sangat Mudah “Tersiksa” Tanpa Kita Sadari?

Tubuh manusia sebenarnya membekali ginjal dengan kapasitas cadangan yang sangat besar. Organ ini masih bisa menyaring limbah dan cairan meski kemampuannya sudah menurun drastis.

Kondisi inilah yang membuat seseorang tidak merasa sakit, tidak mengalami nyeri hebat, atau merasakan penurunan energi secara mendadak ketika fungsi ginjalnya perlahan digerogoti. Bahkan, sekitar 9 dari 10 penderita penyakit ginjal kronis tidak menyadari bahwa dirinya sedang sakit.

“Tanda-tanda paling awal dari penyakit ginjal hanya dapat dideteksi melalui pemeriksaan darah dan urine,” tegasnya.

Ketika menu harian terus-menerus diisi makanan tinggi natrium dan olahan, ginjal dipaksa bekerja ekstra keras. Asupan garam yang berlebih membuat tubuh menahan cairan, memberikan tekanan tinggi konstan pada pembuluh darah.

Lama-kelamaan, tekanan darah tinggi ini akan merusak pembuluh darah mikroskopis di dalam ginjal yang bertugas menyaring racun dari tubuh. Ketika gejala seperti kaki bengkak, wajah sembap, hingga rasa lelah ekstrem muncul, sering kali kondisi ginjal sudah terlanjur memburuk. (dth/hns1/red)

Jaga KesehatankesehatanMakanan
Comments (0)
Add Comment