PALANGKA RAYA,humanusantara.com – DPRD Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah (Kalteng) meminta, pemerintah daerah untuk memperbaiki kondisi jalan poros Desa Sekonyer, Kecamatan Kumai, yang mengalami kerusakan parah akibat banjir luapan Sungai Sekonyer.
Dimana kerusakan sepanjang 1,5 kilometer itu menghambat aktivitas warga yang mengandalkan jalan tersebut sebagai akses utama menuju perkebunan sawit. ondisi itu semakin memprihatinkan, karena jalan yang hancur tetap dipadati kendaraan, memperparah kerusakan dan menyulitkan masyarakat dalam mencari nafkah sehari-hari.
Kondisi itu juga mengakibatkan jalan poros yang menghubungkan Desa Sekonyer dengan Sungai Bedaun mengalami kerusakan parah.
Selain merendam rumah-rumah warga, banjir juga merusak akses utama bagi masyarakat yang bekerja di perkebunan sawit. Warga terpaksa tetap menggunakan jalan tersebut meskipun hancur, menyebabkan kerusakan semakin parah.
Ketua Komisi C DPRD Kobar Arif Asrofi mengatakan keprihatinannya atas kondisi tersebut, mengingat jalan itu akses satu-satunya warga untuk bekerja. Meskipun rusak parah, mereka tetap harus melewati jalan tersebut demi mencari nafkah.
Arif menyampaikan, kondisi jalan yang rusak parah dengan total kerusakan sekitar 600 meter itu telah diviralkan warga melalui media sosial, menarik perhatian berbagai pihak.
Bahkan beberapa waktu, dirinya bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kobar, perangkat desa, dan tenaga teknis langsung turun ke lokasi untuk meninjau kondisi terkini. Dalam kunjungan tersebut, dilakukan penghitungan teknis dan identifikasi penanganan darurat.
“Anggaran melalui musrenbang baru direncanakan untuk tahun 2026, dan itupun masih dikaji apakah bisa mencapai Rp1 miliar. Oleh karena itu, penanganan darurat menjadi prioritas,” jelasnya.
Dalam rapat di lokasi, tim teknis PUPR sepakat untuk segera menghitung kebutuhan material yang paling efektif guna memperbaiki jalan. Hasil penghitungan itu akan dibahas lebih lanjut bersama Camat dan pihak perusahaan besar di wilayah tersebut, seperti PT Bumi Langgeng dan BGA. Diharapkan perusahaan-perusahaan ini dapat berpartisipasi dalam penanganan kerusakan jalan.
“Kondisi ini tidak bisa dibiarkan terlalu lama karena berdampak langsung pada aktivitas ekonomi warga. Sebagai perwakilan daerah pemilihan Kecamatan Kumai, kami akan terus mendorong agar aspirasi ini segera diprioritaskan,” ujarnya. (hns1/red)