Sudarsono: Setiap Tahun Sekolah dan Pelajar Pasti Bertambah, Pengangkatan Guru ASN dan PPPK Pasti Dilakukan Pemerintah
PALANGKA RAYA,humanusantara.com – Wakil Ketua Komisi I DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) H Sudarsono memastikan, rekrutmen dan pengangkatan guru berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Bumi Tambun Bungai pasti akan terus dilakukan pemerintah setiap tahunnya. Pasalnya, kebutuhan akan guru sangat diperlukan setiap tahunnya.
Hal itu disampaikan Sudarsono terkait, munculnya isu bahwa pemerintah akan menghentikan penerimaan tenaga pendidik.
“Kebutuhan guru akan terus meningkat seiring bertambahnya sekolah dan jumlah siswa di berbagai daerah,” kata Sudarsono beberapa waktu lalu.
Dikatakan, profesi guru tidak bisa disamakan dengan pegawai biasa, karena menjadi kebutuhan utama dalam dunia pendidikan. Karena itu, pemerintah wajib menjaga keberlangsungan tenaga pendidik, termasuk guru honorer yang nantinya berpeluang diangkat menjadi ASN maupun PPPK.
“Seiring pertumbuhan sekolah dan jumlah murid, kebutuhan tenaga pendidik pasti terus meningkat, tidak mungkin pemerintah menghentikan perekrutan untuk tenaga pendidik,” tegasnya.
Bupati Seruyan periode 2013-2028 itu juga memastikan jumlah guru di Kalteng tidak akan pernah berkurang. Selama sekolah terus ada dan murid baru terus bertambah, kebutuhan tenaga pengajar dipastikan tetap dibutuhkan.
“Saya pastikan jumlah guru tidak akan pernah berkurang, justru terus bertambah. Selama masih ada sekolah dan murid baru, eksistensi guru wajib dijaga pemerintah,” ujarnya.
Wakil rakyat dari daerah pemilihan (Dapil) II, meliputi Kabupaten Kotawaringin Timur dan Seruyan itu juga menyampaikan, terkait adanya pernyataan penghentian sementara penerimaan guru, ia meminta para tenaga honorer dan calon guru tidak kehilangan harapan. Dia yakin pemerintah akan menyesuaikan kebijakan sesuai kebutuhan di lapangan.
“Kalau sekarang ada pernyataan belum menerima lagi, saya yakin nanti menjelang 2027 akan ada kebijakan baru. Profesi guru ini tidak mungkin disamakan dengan pegawai biasa,” paparnya.
Ia juga menyampaikan, kebutuhan guru akan terus bertambah karena pembangunan sekolah baru di daerah juga terus berjalan. Aspirasi masyarakat desa terkait pendirian SMA dan SMK baru pun semakin banyak disampaikan.
“Sekolah pasti terus bertambah. Kalau sekolah bertambah, otomatis kebutuhan guru juga bertambah. Kebijakan soal guru nantinya pasti menyesuaikan keadaan,” pungkas politisi Partai Golongan Karya (Golkar) itu. (hns1/red)