Industri Domino Berpotensi Dongkrak Ekonomi Kreatif
PALANGKA RAYA,humanusantara.com – Ketua DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) Arton S Dohong mendukung pengembangan industri domino. Pasalnya, pengembangan domino bisa menjadi salah satu sektor ekonomi kreatif, yang berpotensi mendorong pertumbuhan usaha dan menciptakan lapangan kerja.
“Tentu pengembangannya harus tetap berada dalam koridor regulasi, menjunjung etika, serta tidak bertentangan dengan norma hukum dan budaya yang berlaku,” kata Arton, Kamis (30/7/2026).
Dikatakan, perkembangan industri domino jika dikelola dengan baik dan tertib aturan, dapat menjadi salah satu alternatif kegiatan ekonomi yang positif. Hal itu juga berpotensi menjadi wadah pembinaan karakter serta sarana silaturahmi yang mempererat persaudaraan antarwarga tanpa melanggar norma yang berlaku.
Menurut Arton, aktivitas domino selama ini tidak selalu dipandang sebatas permainan. Di banyak daerah, kegiatan tersebut juga berkembang menjadi bagian dari aktivitas komunitas yang mampu membangun komunikasi, mempererat hubungan sosial, dan menghadirkan ruang interaksi yang sehat apabila dijalankan dengan menjunjung tinggi sportivitas serta nilai-nilai kebersamaan.
“Kita juga mengingatkan, agar setiap bentuk pengembangan industri domino harus berada di bawah pengawasan yang baik. Pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan perlu memastikan aktivitas tersebut tidak bergeser ke arah praktik yang melanggar hukum ataupun bertentangan dengan norma sosial yang hidup di tengah masyarakat,” ujar politisi senior PDI Perjuangan itu.
Wakil rakyat dari daerah pemilihan (Dapil) I, meliputi Kabupaten Gunung Mas, Katingan, dan Palangka Raya itu menegaskan, pembinaan menjadi aspek penting agar industri itu berkembang sebagai sektor ekonomi kreatif yang sehat, produktif, dan memberikan dampak positif bagi daerah.
Seluruh pihak harus memiliki komitmen yang sama untuk menjaga kegiatan tersebut tetap berjalan sesuai aturan. Ia juga mengajak para pelaku usaha, komunitas, maupun masyarakat yang memiliki minat terhadap domino agar bersama-sama menjaga citra positif kegiatan tersebut.
“Dengan menjunjung etika, sportivitas, dan kepatuhan terhadap regulasi, domino dapat berkembang menjadi aktivitas yang diterima masyarakat sekaligus memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah,” jelasnya.
Arton juga menilai, sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, pengurus komunitas, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menentukan arah perkembangan industri domino di Kalteng.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu melahirkan berbagai inovasi yang tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga memberikan manfaat sosial bagi masyarakat.
“Setiap peluang ekonomi yang tumbuh dari masyarakat patut mendapat ruang selama memberikan manfaat, menciptakan lapangan pekerjaan, serta tetap menghormati aturan dan budaya daerah. Langkah ini sekaligus menjadi bukti nyata lembaga legislatif hadir untuk mengakomodasi aspirasi dan perkembangan positif yang tumbuh dari akar rumput masyarakat,” demikian Arton. (hns1/red)