HumaNusantara.com
Fakta Terpercaya dari Nusantara

Carut-Marut Kelangkaan BBM di Palangka Raya Disorot Warga

0

PALANGKA RAYA,humanusantara.com –Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) khususnya Pertalite dan Pertamax di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng), yang berdampak lonjakan harga serta antrian panjang disejumlah SPBU mulai mendapat keluhan warga.

Pasalnya, pengguna kendaraan pribadi kian bersaing dengan para pelangsir BBM, saat mengantre di SPBU, sehingga ketersediaan BBM di SPBU habis secara drastis hanya dalam hitungan jam.

“Kita sudah cape mengantre untuk pengisian BBM di SPBU, tetapi pas giliran kita justru BBM sudah habis. Kita juga tahu kalau ada beberapa pelangsir ikut mengantri, sedangkan di eceran juga banyak kosong, artinya ada indikasi penimbunan dan mengakibatkan harga naik,” ucap Candra, salah satu masyarakat saat dikonfirmasi awak media disela mengantre pengisian BBM di salah satu SPBU Kota Palangka Raya, Kamis (7/5/2026).

Ia juga juga mengeluh terkait lonjakan harga BBM di eceran yang saat ini dinilai cukup tinggi.

Menurutnya, harga BBM jenis Pertalite sudah mencapai angka Rp.18.000 per liter, sedangkan harga Pertamax mencapai harga Rp.21.000 per liter.

“Saya sempat beli BBM eceran, harganya benar-benar mengalami nonjakan dari yang awalnya cuma Rp.13.000 per liter, sekarang naik menjadi Rp.18.000 per liter untuk jenis Pertalite. Oleh karena itu kita minta pemerintah segera turun tangan dalam mengatasi kelangkaan serta lonjakan harga BBM saat ini, “ ujarnya.

Saat yang sama, M Santo juga mengeluhkan carut-marut proses antrian BBM yang mulai memakan badan jalan, sehingga menyebabkan kemacetan di beberapa titik SPBU Palangka Raya.

“Tolong petugas SPBU bisa menertibkan antrean pengisian BBM. Jangan sampai menutup jalan umum atau menutup badan jalan yang berpotensi menyebapkan kemacetan,” pungkasnya. (hns1/red)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.