Meski APBD Turun Drastis, Pemprov Kalteng Tetap Komitmen Luncurkan Program Strategis Sektor Pendidikan
Agustiar: Tidak Boleh Ada Masyarakat Kalteng yang Kehilangan Kesempatan untuk Memperoleh Pendidikan, Layanan Kesehatan, Maupun Kehidupan yang Layak
PALANGKA RAYA,humanusantara – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) meluncurkan Program Strategis Sektor Pendidikan, Kamis (5/3/2026).
Kegiatan yang dilangsungkan di aula Jayang Tingang (AJT) lantai II Kantor Gubernur itu, menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan akses dan kualitas pendidikan bagi seluruh masyarakat di Bumi Tambun Bungai.
Dalam sambutannya, Gubernur Kalteng H Agustiar Sabran menyampaikan, peluncuran berbagai program strategis pendidikan tersebut merupakan langkah nyata pemerintah daerah dalam memastikan seluruh putra-putri Kalteng mendapatkan akses pendidikan yang layak dan berkualitas.
Agustiar menegaskan, kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan komitmen kuat Pemprov Kalteng untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di daerah.
“Hari ini kita telah menyaksikan bersama launching berbagai program strategis pendidikan di Kalteng, mulai dari Program D-1 Vokasi Pertanian Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR), bantuan seragam sekolah, pendidikan dokter spesialis kandungan di Universitas Palangka Raya (UPR), hingga penandatanganan kerja sama dengan perguruan tinggi se-Kalteng. Ini bukan sekadar acara seremonial, tetapi langkah dan komitmen nyata kita untuk memastikan setiap putra-putri Kalteng bisa mendapatkan haknya mengenyam pendidikan yang layak dan berkualitas,” kata Agustiar.
Dikatakan, pemerintah daerah tidak ingin ada masyarakat yang kehilangan kesempatan untuk memperoleh pendidikan, layanan kesehatan, maupun kehidupan yang layak.
Menurutnya, pembangunan daerah harus mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
“Kami tidak ingin melihat ada putra-putri Kalteng yang tidak bisa sekolah, tidak bisa kuliah, tidak bisa berobat, bahkan tidak bisa makan. Oleh karena itu, pendidikan dan kesehatan tetap menjadi prioritas utama pembangunan daerah,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan, meskipun saat ini terjadi penurunan anggaran akibat kebijakan efisiensi, Pemprov Kalteng tetap menempatkan sektor pendidikan sebagai prioritas pembangunan daerah.
“Kita mengetahui adanya efisiensi anggaran yang menyebabkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kalteng turun cukup drastis dari Rp10,2 triliun di 2025 menjadi sekitar Rp5,4 triliun di 2026. Namun hal itu tidak menjadi alasan bagi kami untuk mengurangi komitmen terhadap pembangunan pendidikan,” ujarnya.
Lebih lanjut dikatakan, berbagai program unggulan seperti Satu Rumah Satu Sarjana, Sekolah Gratis, serta bantuan seragam sekolah merupakan bagian dari prioritas dalam program Kartu Huma Betang Sejahtera, yang bertujuan memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.
“Pendidikan adalah fondasi sekaligus investasi masa depan. Pendidikan akan memutus mata rantai kemiskinan, kebodohan, dan keterisolasian. Maju mundurnya suatu daerah sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyambut baik peluncuran Program Pendidikan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi (PPDS Obgin) di UPR sebagai langkah strategis untuk memperkuat layanan kesehatan di daerah, sekaligus meningkatkan ketersediaan tenaga medis spesialis di Kalteng.
Saat yang sama, dalam laporannya Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Kalteng Leonard S Ampung mengatakan, kegiatan launching tersebut merupakan wujud komitmen Pemprov Kalteng dalam meningkatkan akses dan kualitas pendidikan di daerah.
Ia menjelaskan, program tersebut sejalan dengan visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur Kalteng, khususnya misi kedua, peningkatan pendidikan untuk sumber daya manusia yang beretika melalui pendidikan inklusif sesuai dengan kaidah Belom Bahadat.
Program tersebut juga mendukung agenda pembangunan nasional yang tertuang dalam Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya pada upaya memperkuat pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan, sains, teknologi, dan kesehatan.
Pada kegiatan tersebut juga dilaksanakan beberapa agenda utama, di antaranya peluncuran Program D-1 Vokasi Pertanian Akademi Komunitas UMPR, launching bantuan seragam sekolah bagi siswa SMA/SMK/SKH, peluncuran Program Pendidikan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi UPR, serta penandatanganan kesepakatan bersama antara Pemprov Kalteng dengan 36 perguruan tinggi negeri dan swasta se-Kalteng.
Adapun bantuan seragam sekolah yang diluncurkan dalam kegiatan itu diberikan kepada lebih dari 60.000 siswa SMA/SMK/SKH di seluruh Kalteng, khususnya bagi siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu.
Bantuan tersebut meliputi seragam olahraga, seragam batik Huma Betang, seragam putih abu-abu, seragam Pramuka lengkap, sepatu, topi, dasi, serta ikat pinggang sekolah.
Melalui berbagai program strategis bidang Pendidikan itu, Pemprov Kalteng berharap, akses pendidikan bagi masyarakat dapat semakin terbuka dan merata, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia guna mendukung terwujudnya Kalteng yang lebih berkah, maju, dan bermartabat menuju Indonesia Emas 2045.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Republik Indonesia Dr Fauzan, Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas RI Pungkas Bahjuri Ali, Wakil Gubernur H Edy Pratowo, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Staf Ahli Gubernur, para Asisten, kepala perangkat daerah lingkup Pemprov Kalteng, pimpinan perguruan tinggi se-Kalteng, serta para pelajar SMA/SMK yang mengikuti secara daring. (hns1/red)