Angka Stunting Kalteng Turun Jadi 22,1 Persen
PALANGKA RAYA,humanusantara.com – Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), angka stunting di Kalimantan Tengah turun menjadi 22,1 persen pada tahun 2024, dari 23,5 persen pada 2023.
Penurunan itu menjadi bukti keberhasilan program pemerintah dan TP-PKK Kalimantan Tengah dalam meningkatkan gizi masyarakat, terutama bagi balita.
Ketua TP-PKK Kalimantan Tengah Aisyah Thisia Agustiar Sabran, menekankan pentingnya pemenuhan protein hewani, khususnya dari ikan, sebagai langkah strategis mencegah stunting.
Ia mengajak masyarakat memanfaatkan potensi perikanan lokal dari sungai, danau, rawa, maupun hasil budidaya masyarakat untuk mendukung ketahanan gizi keluarga.
“TP-PKK terus mengedukasi masyarakat melalui program Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT), budidaya ikan dan tanaman keluarga, serta kreativitas ibu dalam menyajikan menu ikan variatif yang disukai anak-anak,” ujar Aisyah, saat menutup Lomba Masak Serba Ikan Tingkat Provinsi Tahun 2025, Rabu (19/11/2025).
Program itu juga didukung kolaborasi dengan pemerintah daerah dan mitra pembangunan untuk mempercepat penurunan stunting.
Kegiatan seperti Lomba Masak Serba Ikan Tingkat Provinsi Kalteng turut menjadi media edukasi gizi sekaligus memasyarakatkan konsumsi ikan. Selain menampilkan kreativitas menu sehat, kegiatan ini mendorong masyarakat memahami pentingnya protein hewani bagi pertumbuhan anak.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menargetkan angka stunting turun hingga 20,6 persen pada 2025. Keberhasilan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup anak-anak, memperkuat ketahanan gizi keluarga, dan menyiapkan generasi masa depan yang sehat dan produktif. (hns2/red)