HumaNusantara.com
Fakta Terpercaya dari Nusantara

Maya: Bahasa Daerah Jati Diri Bangsa

0

MUARA TEWEH,humanusantara.com – Bunda PAUD Barito Utara, Kalimantan Tengah Hj Maya Savitri Shalahuddin menegaskan, pelestarian bahasa daerah merupakan bagian penting dari menjaga jati diri bangsa.

Menurutnya, bahasa ibu tidak hanya alat komunikasi, tetapi juga cerminan nilai, karakter, dan identitas masyarakat.

“Kalau bahasa daerah punah, maka hilanglah sebagian dari jati diri kita,” tegas Maya, saat memberikan sambutan dalam kegiatan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) 2025, di Muara Teweh, Jumat (24/10/2025).

Ia menjelaskan, kebijakan pemerintah daerah yang mewajibkan penggunaan bahasa daerah di sekolah-sekolah setiap hari Kamis pada minggu pertama setiap bulan merupakan langkah nyata dalam menghidupkan kembali semangat cinta bahasa ibu di kalangan pelajar. Bahasa daerah yang digunakan antara lain Pakumpai, Mayan, Saboyan dan Dusun Malang.

“Dulu, di sekolah kita dilarang berbicara dalam bahasa daerah. Sekarang, paradigma itu kita ubah. Anak-anak harus bangga berbicara dengan bahasa ibunya, karena bahasa adalah jembatan pemahaman dan simbol persaudaraan,” ujar Maya.

Ia juga mendorong agar penggunaan bahasa daerah tidak hanya terbatas di lingkungan pendidikan, tetapi juga diperluas ke instansi pemerintahan, termasuk OPD, minimal satu hari kerja dalam sebulan.

Kebijakan tersebut merupakan bagian dari program 100 hari kerja Bupati Barito Utara di bidang pendidikan, sekaligus mendukung program revitalisasi bahasa daerah yang dicanangkan secara nasional oleh Kemendikbudristek.

Menurutnya, festival seperti FTBI berperan penting dalam menumbuhkan rasa bangga terhadap bahasa ibu sejak usia dini, terutama di jenjang PAUD dan sekolah dasar.

“Pelestarian bahasa daerah tidak cukup hanya lewat kebijakan, tapi juga lewat hati. Anak-anak harus mencintai bahasanya sendiri agar nilai-nilai lokal terus hidup di tengah kemajuan zaman,” pungkasnya. (hns2/red)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.