PWI Kalteng Bentuk Lembaga Kajian Kritis, Gandeng UMPR Mengawal Dampak Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Kehidupan Masyarakat Lokal

PALANGKA RAYA,humanusantara.com –Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Tengah (Kalteng) menggagas pembentukan Lembaga Kajian Kritis, sebagai wadah untuk mengkaji berbagai dampak atau ekses pertumbuhan ekonomi dan kemajuan pembangunan terhadap kehidupan masyarakat lokal di Bumi Tambun Bungai.

Gagasan tersebut mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) antara jajaran PWI Kalteng dengan Tim Peneliti Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR), di Sekretariat PWI Kalteng, Jalan RTA Milono Km 2,5, Palangka Raya, Selasa (19/8/2026).

Ketua PWI Kalteng M Zainal dalam pertemuan tersebut mengatakan, jurnalis yang tersebar di berbagai daerah di Kalteng banyak memperoleh informasi dan data mengenai kondisi masyarakat lokal, yang dinilai semakin menghadapi tantangan di tengah tren pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah.

Jajaran Pengurus PWI Kalimantan Tengah mengikuti Focus Group Discussion dengan Tim Peneliti Universitas Muhammadiyah Palangka Raya, di Sekretariat PWI, Jalan RTA Milono Km 2,5, Palangka Raya, Selasa (19/8/2026). Foto : Istimewa

“Jurnalis se-Kalteng yang tergabung di PWI banyak menyampaikan informasi dan data-data terkait semakin melemahnya peran dan daya tahan masyarakat lokal. Informasi dan data tersebut tentu tidak seluruhnya elok disiarkan melalui media massa, sehingga perlu disampaikan secara terukur dan berkala kepada para pengambil keputusan,” kata Zainal.

Menurutnya, kajian tersebut diperlukan untuk melihat lebih jauh berbagai dampak negatif yang mungkin muncul sebagai konsekuensi pertumbuhan ekonomi dan kemajuan pembangunan.

Pihaknya berharap, lembaga kajian yang dibentuk nantinya mampu menghasilkan kajian berbasis data sekaligus memberikan rekomendasi kebijakan kepada pemerintah daerah.

“Bagaimana ekses, yaitu dampak negatif yang timbul di luar kepatutan, jangan sampai terjadi pada masyarakat Kalteng. Karena itu, PWI Kalteng membentuk Lembaga Kajian Kritis dengan berkolaborasi bersama para peneliti produktif di Kalteng, sehingga dapat menghasilkan saran-saran kebijakan bagi Gubernur, Bupati, dan Wali Kota se-Kalteng,” ujarnya.

Dikatakan, lembaga tersebut nantinya diharapkan dapat menyediakan informasi dan analisis secara berkala sebagai bahan pertimbangan bagi pemerintah dalam mengantisipasi maupun menangani persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.

“Bapak Gubernur, Bupati, dan Wali Kota tentu membutuhkan informasi beserta analisis mengenai langkah antisipasi dan penanganan. Informasi dan data-data khusus itu yang akan dipasok Lembaga Kajian Kritis PWI secara berkala setelah dituangkan dalam bentuk karya ilmiah penelitian,” jelas Zainal, yang juga Ketua Harian Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Katingan itu.

Saat yang sama, Rektor UMPR Assoc. Prof. Dr. Muhamad Yusuf, S.Sos., M.A.P., menyambut baik gagasan tersebut dan menegaskan kesiapan UMPR untuk menjadi mitra strategis PWI Kalteng dalam pengembangan riset kolaboratif.

“UMPR siap menjadi mitra PWI Kalteng dalam melakukan kajian dan penelitian yang berorientasi pada kepentingan masyarakat. Kampus memiliki sumber daya akademik dan peneliti, sementara PWI memiliki pengalaman serta jaringan informasi yang kuat di lapangan. Jika keduanya dipadukan, saya yakin akan menghasilkan kajian yang lebih komprehensif dan relevan bagi pengambilan kebijakan,” kata Yusuf.

Ia menilai, kolaborasi antara perguruan tinggi dan insan pers memiliki posisi penting dalam memastikan pembangunan tidak hanya diukur dari indikator pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat lokal memperoleh manfaat dan mampu bertahan di tengah perubahan.

“Pertumbuhan ekonomi dan kemajuan daerah harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Jangan sampai ada kelompok masyarakat yang justru tertinggal atau terpinggirkan karena proses pembangunan. Di sinilah penelitian dapat memberikan gambaran objektif dan rekomendasi berbasis data kepada para pemangku kebijakan,” jelasnya.

Dalam kolaborasi tersebut, UMPR menyiapkan tim peneliti lintas bidang yang berasal dari berbagai disiplin ilmu. Tim tersebut terdiri atas Assoc. Prof Dr Muhamad Yusuf, S.Sos., M.A.P. bidang Administrasi publik, Dr Farid Zaky Yopiannor, S.Sos., M.Si bidang Administrasi Publik, Dr (Cand.) Sadar M.IP bidang Administrasi Publik, Dr. (Cand.) Sholahuddin Shoum Abdurahman bidang Administrasi Publik, Dr Junaidi, SH., M.I.Kom bidang Sosiologi, Dr Muhammad Wahdini, M.H., bidang hukum, Dr (Cand.) Widya Rahmat, M.A.P bidang ekonomi, Try Sutrisno, S.Pd., M.A.P bidang teater, Nafa Aqla Islami, M.A bidang komunikasi, serta Damayanti, S.Sos., M.A.P. bidang administrasi publik.

Keterlibatan peneliti dari berbagai disiplin ilmu tersebut diharapkan dapat memperkaya perspektif dalam membaca persoalan masyarakat, mulai dari aspek ekonomi, hukum, sosial, komunikasi, budaya hingga kebijakan publik.

Kolaborasi PWI Kalteng dan UMPR selanjutnya diarahkan pada penyusunan riset secara terukur dan berkala sebagai bahan kajian strategis.

Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi salah satu masukan bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang lebih inklusif dan berpihak pada keberlanjutan kehidupan masyarakat lokal. (ist/hns1/red)

Assoc. Prof. Dr. Muhamad YusufFocus Group DiscussionKetua PWI Kalimantan TengahLembaga Kajian KritisM ZainalM.A.PPWI Kalimantan TengahRektor UMPRS.Sos.
Comments (0)
Add Comment