PALANGKA RAYA,humanusantara.com – Peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba di Indonesia, terkhusus di Kalimantan Tengah (Kalteng) sudah sangat mengkhawatirkan. Kondisi tersebut, jika terus dibiarkan dan semakin berkembang, akan merusak generasi muda, generasi emas, yang diharapkan melanjutkan estafet pembangunan di Bumi Tambun Bungai, dan umumnya Indonesia di masa mendatang.
Peperangan terhadap peredaran barang haram itu digelorakan dari Kalimantan Tengah, dengan tujuan memperkuat sinergitas dalam penanganan dan penindakan terhadap para pelaku pengedar narkoba.
Tak tanggung-tanggung, kegiatan bersama yang diinisiasi Gerakan Dayak Anti Narkoba (GDAN) itu menjadi bagian dari penguatan sinergi pemberantasan peredaran gelap narkotika itu dihadiri langsung Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) Komjen Pol Dr (HC) Suyudi Ario Seto.
Kegiatan yang dilangsungkan di kawasan Bundaran Telawang, Palangka Raya, Kamis (20/8/2026) itu, dinamai “Deklarasi Akbar Perang Melawan Narkoba”, yang dihadiri ribuan peserta dari berbagai kalangan.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala BNN RI Komjen Pol Suyudi Ario Seto mengapresiasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng, yang telah memberikan hibah lima kantor BNNK. Dukungan itu diharapkan dapat memperkuat sarana penanganan dan penindakan kasus narkotika di wilayah Kalteng.
Ia mengharapkan, penyediaan gedung harus berjalan beriringan dengan penguatan koordinasi antara BNN, pemerintah daerah, dan aparat penegak hukum.
“Mudah-mudahan ini bukan sekadar fisik, tapi bagaimana kita secara sinergis bersama-sama untuk bisa menguatkan lagi, bergandengan tangan menangani dan menindak tegas narkotika serta bandar-bandar narkotika yang ada di wilayah Kalteng,” kata Suyudi.
Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1994 itu juga turut belasungkawa atas gugurnya tiga anggota Polda Kalteng, saat menjalankan tugas menghadapi ancaman jaringan narkoba.
“Saya sebagai Kepala BNN RI mengucapkan rasa belasungkawa yang setinggi-tingginya atas telah gugurnya tiga anggota Polda Kalteng yang berjuang menjaga wilayahnya. Semoga almarhum diterima di sisi-Nya dan menjadi pahlawan kusuma bangsa,” ujarnya.
Mantan Kapolda Banten itu juga menyebut, gugurnya ketiga anggota kepolisian tersebut menjadi pengingat pentingnya memperkuat pencegahan dan penindakan terhadap kejahatan narkotika.
“Upaya pemberantasan narkoba membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat dan aparat penegak hukum, untuk mempersempit ruang gerak jaringan peredaran gelap narkotika. Kita dari BNN juga menekankan pentingnya edukasi dan pencegahan sejak dini, terutama bagi generasi muda,” tegasnya.
Setelah menghadiri deklarasi, mantan Wakapolda Metro Jaya itu juga dijadwalkan memberikan kuliah umum kepada pelajar dan mahasiswa di Palangka Raya. Kegiatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan pemahaman mengenai bahaya narkotika sekaligus memperkuat daya tangkal masyarakat.
“BNN RI bukan hanya sekadar memberantas, tetapi juga memberikan literasi dalam rangka melakukan pencegahan terhadap narkotika di wilayah Kalteng,” terang mantan Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kapolresta Bogor Kota, Kapolres Bogor dan Kapolres Majalengka itu.
Deklarasi akbar perang melawan narkoba itu, langsung dihadiri Gubernur Kalteng H Agustiar Sabran bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), inisiator sekaligus penggagas berdirinya GDAN Sadagori Henoch Binti dan jajaran pengurus, serta ribuan masyarakat, yang memberikan dukungan untuk memberantas peredaran narkoba di Bumi Tambun Bungai. (hns1/red)