Masyarakat Mura Diimbau Tidak Membakar Lahan di Musim Kemarau

PURUK CAHU,humanusantara.com – Anggota DPRD Murung Raya (Mura), Kalimantan Tengah (Kalteng) Fredrich Dominggus Yoga mengimbau, agar masyarakat Bumi Tira Tangka Balang tidak membakar lahan di musim kemarau.

Diketahui, hampir seluruh wilayah Bumi Tambun Bungai, bahkan hampir sejumlah wilayah di Inonesia saat ini sedang memasuki musim kemarau, di mana intensitas hujan mulai mulai berkurang.

Membakar lahan di saat musim kemarau sekarang ini kata dia, sangat beresiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

“Kami mengimbau kepada masyarakat Mura untuk tidak dalam melakukan kegiatan pembukaan lahan dengan cara membakar. Kita harus waspada dalam menghadapi musim kemarau. Sebab kabut asap sering terjadi setiap musim kemarau berlangsung karena terjadinya karhutla,” kata Fredrich, Senin (27/7/2026).

Politisi muda dari PDI Perjuangan itu juga mengatakan, pencegahan terjadinya karhutla tidak hanya menjadi tugas pemerintah kabupaten saja. Namun peran masyarakat turut andil agar peristiwa tersebut tidak terjadi.

Selain itu, pembakaran lahan selain dapat menyebabkan karhutla, larangan tersebut juga termasuk di dalam aturan. Sehingga yang bersangkutan dapat menerima hukuman.

“Kita berharap semua bisa berperan sehingga kemarau kali ini tidak terjadi kerugian yang besar dan orang-orang tidak banyak terdampak,” harapnya.

Fredrich juga meminta pemerintah daerah bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat upaya pencegahan melalui sosialisasi, patroli terpadu, serta pemantauan wilayah yang rawan terjadi kebakaran.

“Peran aktif masyarakat sangat menentukan keberhasilan pencegahan karhutla. Apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani sedini mungkin sebelum meluas,” demikian Fredrich. (hns1/red)

Anggota DPRD Murung RayaDPRD Murung RayaFredrich Dominggus YogaKarhutlaWaspada Bencana
Comments (0)
Add Comment