PURUK CAHU,humanusantara.com – Jajaran DPRD Murung Raya (Mura), Kalimantan Tengah (Kalteng) meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mura, agar pada 2027 mendatang menyiapkan Pendamping Haji Daerah (PHD).
Harapan itu disampaikan Ketua DPRD Mura Rumiadi, saat menghadiri penyambutan jamaah haji Mura, yang dilaksanakan di halaman Masjid Agung Al-Istiqlal, Puruk Cahu, Rabu (10/6/2026).
Dalam kesempatan itu ia meminta Pemkab Mura menyiapkan anggaran untuk petugas pendamping haji daerah, untuk keberangkatan di 2027 mendatang.
“Kami meminta kepada pemerintah daerah dapat menyediakan anggaran untuk petugas pendamping haji daerah di 2027. Keberadaan pendamping haji daerah sangat penting untuk memberikan pelayanan kepada jemaah calon haji (JCH) yang menunaikan ibadahnya,” kata Rumiadi.
Ia juga menyampaikan rasa syukur atas kepulangan dirinya bersama seluruh jamaah haji dalam keadaan sehat dan selamat.
Dalam kesempatan itu politisi PDI Perjuangan tersebut juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran penyelenggaraan ibadah haji 2026 ini mulai proses pemberangkatan hingga pemulangan jamaah.
“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dan mendukung rangkaian penyelenggaraan ibadah haji sehingga berjalan lancar dari pemberangkatan sampai penyambutan kepulangan,” ujarnya.
Ia juga mengharapkan, agar kedepan pemerintah daerah dapat terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan dan penyelenggaraan ibadah haji.
Karena, keberadaan PHD untuk membantu para jamaah haji melaksanakan berbagai kegiatan, lantaran tak semua jamaah pernah melaksanakan ibadah haji maupun umrah. Selain itu untuk mengatasi kurangnya pengetahuan jalan di tanah suci serta komunikasi bahasa.
“Dengan adanya petugas pendamping haji daerah akan lebih memudahkan para jamaah dalam beribadah dengan lancar,” terangnya.
Diketahui, jumlah jamaah haji yang datang dan disambut adalah 53 orang, sedangkan 16 orang jamaah lainnya bertahan di Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel). Kemudian 5 jamaah haji lainnya masih dalam proses pemulangan dari Arab Saudi, karena tergabung pada kloter 5,6 dan 19.
“Kami mengharapkan agar pelayanan kepada JCH ke depan semakin baik, tentunya dengan dukungan seluruh pihak, terutama dari pemerintah daerah,” demikian Rumiadi. (hns1/red)