PURUK CAHU,humanusantara.com – Jajaran DPRD Murung Raya (Mura), Kalimantan Tengah (Kalteng) mendorong penguatan perajin lokal berbahan rotan dan bambu. Hal itu sangat penting, dalam rangka memperkuat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di kabupaten itu.
Hal itu disampaikan Anggota DPRD Mura Imanudin kepada wartawan, Kamis (7/5/2026). Ia mengapresiasi eksistensi para perajin lokal yang masih konsisten mengembangkan kerajinan tangan berbasis kearifan lokal Bumi Tana Malai Tolung Lingu.
Menurutnya, produk kerajinan seperti perabot rumah tangga, tas rambat, hingga peralatan tani berbahan rotan dan bambu bukan sekadar komoditas ekonomi. Lebih dari itu, karya tersebut merupakan identitas budaya yang harus dijaga dan terus dikembangkan.
“Saya sangat mengapresiasi para perajin yang mampu memanfaatkan kekayaan alam sekitar menjadi produk bernilai. Rotan dan bambu yang diolah menjadi tas rambat, tudung, nyiru, hingga perabot rumah tangga adalah bukti bahwa kreativitas dan kearifan lokal kita masih hidup,” kata Imanudin.
Politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mengatakan, kerajinan berbasis bahan alam memiliki keunggulan tersendiri, seperti ramah lingkungan, kuat, dan memiliki nilai seni tinggi.
Di tengah gempuran produk pabrikan, eksistensi perajin lokal perlu diperkuat melalui dukungan kebijakan, pelatihan desain, serta akses pasar yang lebih luas.
“Pemerintah daerah bersama DPRD siap mendorong agar UMKM kerajinan ini naik kelas. Mulai dari fasilitasi bahan baku berkelanjutan, penguatan branding, hingga promosi ke pasar nasional bahkan ekspor. Ini merupakan potensi ekonomi kreatif yang dapat menggerakkan roda perekonomian desa,” ujar wakil rakyat dari daerah pemilihan (Dapil) I, meliputi Kecamatan Murung dan Kecamatan Tanah Siang Selatan itu.
Ia juga mengajak seluruh generasi muda Tira Tangka Balang untuk tidak ragu meneruskan warisan keterampilan menganyam rotan dan bambu. Menurutnya, sentuhan inovasi dari anak muda dapat melahirkan produk kerajinan yang modern tanpa meninggalkan akar budaya Dayak.
“Ketika kearifan lokal bertemu kreativitas, maka akan lahir produk unggulan. Dari tangan-tangan terampil inilah Mura dikenal, bukan hanya kaya sumber daya alam (SDA), tetapi juga kaya budaya, ini harus terus kita perkuat,” harapnya. (hns1/red)