MUARA TEWEH,humanusantara.com – Pembangunan sejumlah Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Barito Utara (Barut), Kalimantan Tengah (Kalteng) terkendala lahan.
Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi dan UKM (Nakertrans-UKM) M Mastur, dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan DPRD, Rabu (8/4/2026) lalu.
“Untuk KDMP di Barut, menghadapi berbagai kendala dalam pembangunan, terutama ketersedian lahan dan operasional di lapangan,” kata Mastur dalam RDP tersebut.
Dikatakan, kendala utama yang dihadapi sulitnya mendapatkan lahan strategis dan sesuai spesifikasi untuk pembangunan koperasi. Karena lahan yang dibutuhkan harus berada di lokasi aman dari banjir serta siap untuk dibangun.
“Selain lahan, belum tersedianya kantor atau gerai yang representatif juga menjadi hambatan dalam operasional KDMP. Hal lain juga keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) serta belum adanya perencanaan usaha yang sesuai dengan potensi lokal turut memperlambat pengembangan koperasi,” ungkapnya.
Dijelaskan, keterbatasan permodalan serta dukungan anggaran dari Dana Desa yang masih dalam proses juga menjadi faktor penghambat.
“Sedikitnya ada 55 KDMP yang belum memiliki lahan atau lokasi untuk pembangunan gerai fisik,” ungkapnya. (hns1/red)