KUALA LUMPUR,humanusantara – Pelaksanaan Musyawarah Wilayah (Muswil) X Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kalimantan Tengah (Kalteng), yang digelar, 29 Maret 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia dinilai berjalan lebih lengkap, partisipatif, dan memenuhi seluruh tahapan organisasi.
Ketua Steering Committee (SC) Muswil X PPP Kalteng Ami Mastati Dalimunthe menjelaskan, pelaksanaan Muswil di Kuala Lumpur didukung kehadiran unsur struktural partai yang lebih lengkap serta partisipasi organisasi internal dan eksternal partai.
“Muswil yang digelar di Kuala Lumpur berjalan sesuai mekanisme organisasi dan seluruh tahapan persidangan dapat dilaksanakan secara utuh,” kata Ami dalam keterangannya, yang diterima redaksi humanusantara.com, Sabtu (3/4/2026).
Dalam data kehadiran pengurus harian Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP, Muswil di Kuala Lumpur dihadiri 11 orang pengurus.
Tidak hanya itu, unsur lembaga partai juga tercatat hadir dalam Muswil Kuala Lumpur. Majelis Syariah, Majelis Pakar, serta Majelis Pertimbangan masing-masing diwakili unsur pimpinan tingkat wakil ketua atau wakil sekretaris.
Kehadiran badan otonom (Banom) PPP juga menjadi pembeda signifikan. Dalam Muswil di Kuala Lumpur, tercatat tiga Banom hadir, GMPI, AMK, dan WPP.
Selain itu, sejumlah partai politik serta organisasi kemasyarakatan eksternal juga turut hadir memberikan dukungan dan partisipasi dalam forum tersebut.
Dari sisi partisipasi Dewan Pimpinan Cabang (DPC), kedua kegiatan sama-sama memenuhi ketentuan minimal kehadiran, dua pertiga DPC. Namun terdapat perbedaan komposisi wilayah yang hadir.
Dalam Muswil Kuala Lumpur, kehadiran DPC berasal dari Kabupaten Sukamara, Kapuas, Seruyan, Barito Timur (Barim), Barito Utara (Barut), Barito Selatan (Barsel), Kotawaringin Barat (Kobar), Kotawaringin Timur (Kotim), Gunung Mas (Gumas), dan Kota Palangka Raya.
Ami juga menegaskan, pelaksanaan Muswil di Kuala Lumpur juga memiliki dasar organisasi yang jelas, hasil Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) yang melibatkan unsur DPP, DPW, dan DPC.
“Muswil ini dilaksanakan berdasarkan hasil Rakorwil yang melibatkan seluruh unsur kepengurusan partai, sehingga memiliki legitimasi organisatoris yang kuat,” tegasnya.
Dari sisi tata persidangan, forum di Kuala Lumpur juga disebut menjalankan seluruh tahapan persidangan secara lengkap, mulai dari pembukaan, pembahasan agenda, hingga proses pengambilan keputusan.
Aspek kepanitiaan juga menjadi perhatian. Dalam Muswil Kuala Lumpur, ketua dan sekretaris Steering Committee (SC) serta Organizing Committee (OC) hadir secara langsung dalam pelaksanaan kegiatan.
Dari sisi sistem pelaksanaan, Muswil di Kuala Lumpur juga mengadopsi sistem hybrid, offline dan online, untuk memastikan keterlibatan peserta yang lebih luas.
Ia juga menilai, pelaksanaan Muswil X PPP Kalteng di Kuala Lumpur menunjukkan komitmen untuk menjalankan mekanisme organisasi secara terbuka, partisipatif, dan sesuai dengan prinsip tata kelola partai.
“Tujuan utama dari Muswil adalah memperkuat konsolidasi partai serta memastikan proses organisasi berjalan transparan dan akuntabel,” ujarnya.
Ia berharap hasil Muswil tersebut dapat menjadi momentum untuk memperkuat struktur organisasi PPP di Bumi Tambun Bungai serta meningkatkan soliditas kader dalam menghadapi agenda politik ke depan.
“Semangat konsolidasi dan kebersamaan harus menjadi landasan bagi seluruh kader PPP untuk terus membangun kekuatan partai di daerah,” tutupnya. (hns1/red)