MUARA TEWEH,humanusantara – Bupati Barito Utara (Barut), Kalimantan Tengah (Kalteng) H Shalahuddin menekankan pentingnya validasi data yang ketat dalam implementasi program unggulan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBD).
Hal itu disampaikan Shalahuddin, saat memimpin rapat sosialisasi implementasi KHBS, di Muara Teweh, Rabu (25/2/2026).
“Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barut siap mengawal penyaluran program KHBS, agar tepat sasaran, akurat, dan bebas dari tumpeng tindih data penerima,” kata Shalahuddin.
Meski demikian kata dia, program tersebut harus dibarengi dengan validasi data yang tepat. Agar program tersebut benar-benar tersalurkan ke masyarakat yang membutuhkan.
“Kita mendukung penuh program ini, yang terpenting adalah ketelitian dan keakuratan data, agar bantuan benar-benar diterima masyarakat yang berhak dan membutuhkan,” tegasnya.
Diungkapkan, dari data Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng, lebih dari 205.000 Kepala Keluarga (KK) di seluruh Kalteng, yang telah terdata sebagai calon penerima manfaat program tersebut.
“Kepala daerah diminta memastikan tidak terjadi tumpang tindih dengan bantuan dari pemerintah pusat, khususnya yang bersumber dari Presiden RI. Oleh sebab itu, pentingnya koordinasi lintas sektor hingga tingkat desa untuk memastikan proses administrasi berjalan transparan dan akuntabel,” ujarnya.
Ia juga mengatakan, koordinasi dan sinergi menjadi kunci suksesnya program KHBS, sehingga bantuan untuk masyarakat itu benar-benar didistribusikan tepat waktu sesuai rencana. (hns1/red)