BUNTOK,humanusantara – Sejumlah warga Barito Selatan (Barsel), Kalimantan Tengah (Kalteng), mengeluhkan menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diberikan ke anak-anaknya di sekolah, Selasa (24/2/2026).
Keluhan tersebut terlihat juga di unggahan yang disampaikan sejumlah warga Barsel melalui media sosial pada platform facebook, yang merasa menu MBG kering bulan puasa tidak sesuai.
Menyikapi akan hal tersebut Koordinator Wilayah (Korwil) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Barsel Fitri Ayu Andila dan jajarannya langsung memberikan klarifikasi terkait isu ketidaksesuaian makanan kering MBG, yang didistribusikan selama bulan ramadan tersebut.
“Pertama, kami mengucapkan mohon maaf apabila dalam pendistribusian MBG perdana di bulan ramadan ini banyak mengalami kekurangan,” kata Fitri, saat dikonfirnasi, Rabu (25/2/2026).
Terlepas dari itu lanjut Fitri, pihaknya mengapresiasi masyarakat yang ikut berpartisipasi dalam mengawasi pelaksanaan program MBG, khususnya di Bumi Dahani Dahanai Tuntung Tulus tersebut.
Namun demikian perlu diketahui jelas dia, gramasi makanan yang diberikan kepada penerima manfaat (peserta didik), sudah disesuaikan dengan jenjang atau tingkat pendidikan penerima manfaat oleh pengawas gizi atau ahli gizi.
Sementara itu disisi lain, adanya kelangkaan Susu Plain atau UHT, juga menjadi kendala dalam pendistribusian menu keringan pada bulan ramadan tersebut.
“Bahkan untuk persiapan lebaran pun sudah mulai susah mencari UMKM dan suplier, yang dapat menyanggupi kebutuhan menu yang diminta oleh SPPG,” ungkapnya.
Sekali lagi tambah Fitri, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada seluruh lapisan masyarakat yang ikut mengawasi program tersebut.
“Kami selaku Koordinator Wilayah tentu akan menampung seluruh keluhan maupun aduan dari masyarakat terkait dengan program makan bergizi gratis,” tambahnya.
Kedepan imbuh Fitri, pihaknya akan memperbaiki tidak hanya terkait menu yang diberikan tetapi juga berkaitan dengan informasi nilai gizi yang ada dalam makanan yang di distribusikan.
“Sebagai bentuk transparansi, sehingga kami harap tidak menimbulkan spekulasi yang tidak sesuai dengan kondisi aktual gramasi makanan,” pungkasnya. (ist/hns1/red)