PALANGKA RAYA,humanusantara – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Kalimantan Tengah bakal menyelenggarakan Konferensi Wilayah (Konferwil) XIII, pada Februari 2026 mendatang.
Salah satu agendanya, pemilihan Ketua PWNU. Sejumlah nama kader potensial pun digadang-gadang maju dalam bursa kandidat.
Munculnya figur-figur tersebut dinilai sebagai sinyal positif bagi masa depan Nahdlatul Ulama (NU) di provinsi berjuluk Bumi Tambun Bungai tersebut.
Menyikapi beredarnya nama-nama kader potensial yang digadang-gadang maju dalam bursa kandidat Ketua PWNU tersebut, Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) NU Kalimantan Tengah Dr M Roziqin mengaku bangga dan kagum atas bermunculannya kader-kader potensial tersebut, dan diyakini siap membawa komitmen perbaikan NU Kalimantan Tengah ke depan menjadi lebih baik.
Ia berharap, komitmen itu akan semakin dirasakan manfaatnya oleh warga akar rumput, serta keyakinan membawa program-program yang lebih agresif untuk perubahan NU ke depan.
“Warga Nahdliyyin musti bangga, sebab dengan banyaknya kader potensial yang layak memimpin NU kedepan, mengartikan bahwa kaderisasi berjalan baik, stok kader banyak dan tidak lagi adagium orang luar mencibir “NU itu orangnya itu-itu saja”, terbantahkan,” kata Roziqin, Ketua Lakpesdam PWNU Kalimantan Tengah 2021-2026 itu.
Potret tersebut, kata dia, merupakan buah dari dimensi pengkaderan yang semakin menampakkan hasil yang luar biasa, dan justru sebaliknya bila kader yang muncul cuma sedikit.
Menurutnya, banyaknya kader yang siap tampil menunjukkan NU memiliki kekuatan internal yang solid dan berkelanjutan.
Ia menilai para kader yang muncul tidak hanya membawa kapasitas personal, tetapi juga komitmen untuk membawa NU ke arah yang lebih baik.
“Mereka diyakini mampu menghadirkan program-program yang lebih agresif, progresif dan berdampak nyata bagi warga Nahdliyyin, khususnya di akar rumput,” harapnya.
Potret tersebut kata dia, merupakan buah dari proses kaderisasi yang berjalan dengan baik selama ini. Menurutnya, justru akan menjadi tanda bahaya apabila kader yang muncul hanya sedikit atau itu-itu saja.
“Banyaknya kader potensial adalah indikator sehatnya organisasi,” tegasnya.
Lebih ia juga menyebut, menyebut kondisi itu sekaligus mematahkan stigma lama yang kerap diarahkan kepada NU.
“Adagium orang luar yang mencibir bahwa ‘NU itu orangnya itu-itu saja’ kini terbantahkan secara nyata,” tegasnya kembali.
Sebagai Ketua Lakpesdam dua periode, Roziqin juga berharap dinamika bursa calon Ketua PWNU dapat disikapi secara dewasa dan konstruktif.
Ia menekankan, perbedaan pilihan adalah keniscayaan, namun persatuan, khidmat dan kemaslahatan jam’iyah harus tetap menjadi tujuan utama NU Kalimantan Tengah ke depan.
Dorong Kader PMII Maju
Dari nama-nama yang beredar tersebut, ia mengatakan siap mendorong kader-kader yang berasal dari Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kalimantan Tengah untuk tampil menjadi calon pemimpin NU dan membawa perubahan signifikan bagi muamalah warga NU bidang pendidikan, kesehatan dan terutama ekonomi kreatif.
Sebab sejatinya warga pergerakan, sebutan anggota PMII adalah harus termotivasi bisa atau mampu menjadi Muharrik atau penggerak bagi masyarakat sekitar.
“Kalau saya tentu mendorong warga pergerakan, alumni PMII berani maju menjadi calon pemimpin NU. Toh PMII sudah jelas-jelas statusnya sebagai Badan Otonom milik NU, organisasi dibawah payung NU, tidak ada salahnya berbuat lebih banyak lagi,” tandas Dewan Pakar Pengurus Wilayah IKA PMII Kalimantan Tengah 2025-2030 itu.
Dari informasi yang beredar, sejumlah nama dipastikan bakal maju dan bersaing dalam pemilihan Ketua PWNU Kalimantan Tengah Februari 2026 mendatang, diantaranya, HM Wahyudi F Dirun, Prof. Akhmad Dakhoir, H Suhardi, H Rahmat Nasution Hamka, H Nuryakin Prof. Abdul Helim serta H Syahrun. (ist/hns1/red)