MUARA TEWEH,humanusantara – Pemerintah Kabupaten Barito Utara (Barut), Kalimantan Tengah (Kalteng), di bawah kepemimpinan Bupati H Shalahuddin bersama Wakil Bupati Felix Sonadie Y Tingang terus berinovasi dalam membangun Bumi Iya Mulik Bengkang Turan.
Kali ini salah satu program prioritas yang bakal dibangun adalah memperlebar sejumlah ruas jalan di Kota Muara Teweh serta mengembangkan salah satu destinasi wisata kota berupa waterfront city, yang akan menjadi ikon wisata di kota itu.
Dalam rapat sosialisasi pengadaan tanah, Rabu (14/1/2026), Bupati Barut H Shalahuddin mengatakan, pelebaran sejumlah ruas jalan di Kota Muara Teweh merupakan bagian dari 11 program unggulan dari 12 program prioritas pembangunan daerah.
“Selain pelebaran jalan, pemerintah daerah juga merencanakan pengembangan Kawasan waterfront city di tepian Sungai Barito,” kata Shalahuddin.
Dikatakan, pengembangan waterfront city direncanakan dimulai dari sekitar kawasan jembatan KH Hasan Basri hingga Kawasan Karang Jawa. Jalur itu nantinya akan menjadi alternatif akses bagi masyarakat dari arah Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) agar tidak perlu masuk je pusat kota.
“Untuk mendukung seluruh rencana pembangunan ini, kita dari pemerintah daerah telah menyiapkan perencanaan anggaran hingga 2029 mendatang dengan kisaran anggaran sebesar kurang lebih Rp4 triliun,” ungkapnya.
Anggaran sebesar itu kata dia, termasuk untuk penyelesaian tiga jembatan, pembangunan waterfront city, pengembangan kawasan permukiman baru, serta pelebaran jalan.
Ia juga mengatakan, proses pengadaan tanah akan dilakukan secara terbuka dan berkeadilan, oleh sebab itu pemerintah daerah membuka ruang dialog seluas-luasnya bagi seluruh masyarakat untuk menyampaikan aspirasinya, agar dapat terserap dengan baik dan maksimal.
“Kami menginginkan pembangunan bisa berjalan beriringan dengan memenuhi hak masyarakat. Penilaian ganti rugi juga dilakukan oleh pihak independen,” jelasnya.
Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalteng itu juga mengharapkan, agar seluruh tahapan pengadaan tanah dan pembangunan dapat berjalan dengan prinsip win-win solution, dimana pembangunan bisa berjalan dengan baik tanpa menghilangkan hak masyarakat.
“Kita mengharapkan pembangunan ini bisa berjalan dengan cepat, karena anggarannya sudah tersedia dan cukup besar,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Junaidi mengatakan, sejumlah jalan di Kota Muara Teweh yang bakal diperlebar diantaranya, Jalan Yetro Sinseng, Pramuka, Brigjen Katamso, Jenderal Sudirman, dan Jalan Imam Binjol.
“Jalan Yetro Sinseng menjadi prioritas awal karena tingkat kepadatan lalu lintasnya cukup tinggi, di mana panjangnya mencapai 1,2 kilometer, sehingga kalau dihitung dua lajur totalnya mencapai 2,4 kilometer,” kata Junaidi.
Dikatakan, dari pendataan awal, hampir setengah bidang tanah yang terdampak merupakan tanah milik masyarakat. Oleh sebab itu, tahapan sosialisasi itu kata dia, dalam rapat tersebut belum dilaksanakan pembahasan terkait nilai ganti rugi.
“Penilaian akan dilakukan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) secara independent di tahap rapat berikutnya, penentuan nilai ganti rugi dilakukan secaea profesional, transparan, dan sesuai kententian yang berlaku, untuk harga belum kita bahas menunggu pertemuan selanjutnya,” demikian Junaidi. (hns1/red)