PALANGKA RAYA,humanusantara – Merebaknya kasus keracunan massal yang diduga akibat menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah daerah Indonesia, memantik perhatian sejumlah kalangan di DPRD Kalimantan Tengah.
Pihaknya mengingatkan, agar pelaksanaan program tersebut di daerah tetap mengedepankan kehati-hatian, terutama dalam pengolahan makanan dalam skala besar.
Wakil Ketua II DPRD Kalimantan Tengah, Muhammad Asyari mengatakan, penyelenggara program MBG tetap harus meningkatkan kewaspadaan dengan tetap mengedepankan menu berkualitas.
“Berkaca dari kasus, SPPG di sini perlu terus menjaga kualitas dalam menjalankan program MBG,” kata Ansyari kepada wartawan beberapa waktu lalu.
Ia mengungkapkan tidak adanya laporan bukan berarti tidak ada potensi. Menurutnya, pelaksana teknis di lapangan wajib menjadikan kejadian nasional sebagai pelajaran bersama.
Asyari juga menekankan pentingnya pelatihan teknis bagi para petugas di lapangan, mengingat tantangan penyajian makanan dalam jumlah besar yang rentan terhadap kesalahan penanganan.
“Memasak dalam porsi besar itu perlu kehati-hatian, pelaksana teknisnya juga harus mendapatkan pelatihan,” ujarnya.
Lebih jauh ia menjelaskan, meski MBG dilaksanakan di daerah, namun bukan menjadi bagian dari program yang bermitra langsung dengan DPRD Kalimantan Tengah, karena berada di bawah komando Badan Gizi Nasional (BGN) dan dijalankan oleh SPPG masing-masing.
“Karena MBG di bawah SPPG masing-masing yang melaporkan ke BGN,” pungkasnya. (hns1/red)