PALANGKA RAYA,humanusantara – Beberapa waktu lalu, Anggota DPRD Kalimantan Tengah, turun ke daerah untuk melaksanakan reses, menyerap aspirasi masyarakat. Dari reses tersebut banyak aspirasi, harapan serta usulan yang disampaikan, agar bisa menjadi perhatian pemerintah dalam melaksanakan program pembangunan kedepannya.
Salah satunya disampaikan, Anggota DPRD Kalimantan Tengah dari daerah pemilihan V, meliputi Kapuas dan Pulang Pisau Tomy Irawan Diran. Dalam reses itu, ia menerima laporan mengenai kondisi Desa Tumbang Tukun, Kabupaten Kapuas, yang hingga kini belum menikmati aliran listrik.
Akses jalan ke desa tersebut juga masih bergantung pada jalan milik perusahaan, sementara kondisi Sekolah Dasar di wilayah itu mengalami kerusakan parah dengan bangunan yang sudah berlubang.
“Permasalahan ketiadaan listrik di desa itu umumnya disebabkan faktor geografis dan luasan wilayah yang menyulitkan pemasangan jaringan listrik PLN. Masalah listrik ini terkendala karena luasan wilayah dan akses yang sulit. Solusi paling realistis (dari Pemerintah daerah) adalah memanfaatkan energi terbarukan, seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atau Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS),” kata Tomy kepada wartawan beberapa waktu lalu.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Tengah, yang membidangi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) itu juga menyoroti kondisi pendidikan di desa tersebut.
Ia mengaku prihatin setelah menerima laporan bahwa bangunan Sekolah Dasar di Tumbang Tukun mengalami kerusakan serius dan tidak layak pakai.
“Kalau soal sekolah, perhatian dari Pemerintah Kabupaten harus ditindaklanjuti. Ini menyangkut masa depan anak-anak di desa itu,” ujar politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu.
Pihaknya di DPRD akan terus mengawal persoalan-persoalan seperti itu, terutama yang menyangkut kebutuhan dasar masyarakat pedesaan.
“Kita berharap pemerintah daerah dapat segera turun tangan untuk melakukan perbaikan demi pemerataan pembangunan,” pungkasnya. (hns1/red)