PALANGKA RAYA,humanusantara.com – Promotor Tumbuk Hatampar Street War Nauval Ababil Sukarna Durasid mengatakan, pihaknya telah menetapkan aturan baku yang wajib diterapkan oleh seluruh peserta, dimana aturan telah mendapat persetujuan Asosiasi Olahraga Kombat Indonesia (AOKI) Kalimantan Tengah (Kalteng).
“Aturan atau Rules Tumbuk Hatampar Street War sudah dirampungkan dan telah mendapat persetujuan dari AOKI Kalteng, serta wajib diikuti oleh peserta yang nantinya mendaftar dalam event Street War,” kata Nauval, saat dikonfirmasi awak media, di sekretariat Tumbuk Hatampar Promotion, Oregano Cafe and Resto, Jalan Kinibalu, Palangka Raya, Minggu (6/7/2025).
Aturan tersebut antara lain, Clinch maksimal 3 detik, lalu wajib melepaskan. Kedua, serangan yang di perbolehkan yakni semua jenis pukulan, serangan sikut dan serangan lutut.
Ketiga, serangan yang tidak di perbolehkan, segala macam tendangan. Keempat, boleh memukul lawan saat sedang jatuh, namun tidak boleh dengan Hammer Punch. Kelima, apabila lawan terjatuh, tidak boleh melakukan Control terhadap lawan (menduduki lawan maupun menahan lawan dengan lutut). Keenam, dilarang menyundul kepala atau headbutt.
Ketujuh, dilarang Menggigit, Mencakar, atau perilaku tidak Sportif. Delapan, wajib mematuhi instruksi wasit setiap saat. Sembilan, jika terjadi knockdown, lawan wajib mundur ke sudut netral. Dan aturan kesepuluh, tiga kali knockdown dalam satu ronde dianggap kalah (Technical Knock Down (TKO).
Kendati demikian, Tumbuk Hatampar Street War juga menerapkan sejumlah sanksi apabila terdapat peserta yang melanggar aturan pertandingan. Diantaranya, diskualifikasi jika melanggar aturan berat, teguran atau pengurangan poin untuk pelanggaran ringan, bahkan Fighter atau tim yang bersikap tidak sportif dapat dikenai larangan bertanding untuk event selanjutnya.
“Tentunya aturan ini kita harapkan bisa menjadi pedoman bagi seluruh peserta, untuk dapat dipahami serta wajib direalisasikan selama jalannya pertandingan Street War, sehingga acara ini dapat berjalan lancar dan yang utama adalah junjung tinggi sportivitas,” pungkasnya. (hns1/red)